
RAMAH TAMAH: Risma bersama Wakapolrestabes dan anggota dewan. (Puguh Sujiatmiko/Jawa Pos)
JawaPos.com – Halaman rumah dinas wali kota Surabaya disulap jadi ruang pertemuan bertenda besar kemarin pagi (8/10). Hampir seluruh anggota DPRD Surabaya hadir dalam jamuan makan siang di rumah dinas Jalan Sedap Malam itu. Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini berceramah tentang kondisi kota kepada hadirin sekaligus berharap ada sinergi pemkot dengan dewan ke depan.
Di pengujung paparannya, Risma bercerita aktivitasnya akhir-akhir ini di luar negeri. Wali kota pertama Surabaya yang kini menjadi presiden United Cities Local Government Asia-Pacific itu kerap diminta untuk menghadiri pertemuan di mancanegara. Terkadang pertemuan itu bukan di ibu kota negara. Tapi, jauh dari akses transportasi utama. Misalnya, saat dia ke Afghanistan. ”Itu saya naik mobil empat jam dikawal 20 polisi. Gowo bedil kabeh,” kata Risma.
Pada cerita yang lain saat ke Vienna, Risma berdebat dengan seorang profesor yang memaparkan Indonesia penuh dengan sampah yang berserakan. Begitu tiba giliran Risma memberikan paparan, dia menepis anggapan kondisi semua wilayah di Indonesia penuh sampah. Dia mencontohkan Surabaya yang sudah mengelola sampah dengan baik.
”Wes kisinan presenter pertama itu. Eh, datang profesor MIT yang terlambat, ngelokno neh Indonesia,” kata dia. Risma pun langsung mendatangi profesor tersebut dan berdebat dengan dia. ”Kamu tidak boleh ngomong Indonesia. Kamu harus ngomong kotanya, saya bilang gitu. Dia pun minta maaf,” ujar Risma dengan nada tinggi. Akhirnya, profesor itu mengungkapkan niatnya untuk datang ke Surabaya. ”Yo lumayan to buk jualan kota. Tapi yo kadang rodok ngotot gitu, rodok bonek,” tambah Risma.
Risma pun menyebutkan bahwa Surabaya saat ini sudah sejajar dengan kota-kota lain di dunia. Meskipun Surabaya bukan ibu kota negara. Salah satu yang diapresiasi dari Surabaya adalah bisa mengembangkan kota dengan begitu pesat meski dengan anggaran yang relatif sedikit. ”Nanti bapak ibu sekalian studi banding di kota lain silakan dicek. Apakah sudah punya ini, punya ini,” jelas Risma.
Risma bicara panjang lebar lebih dari 30 menit di hadapan para pimpinan dan anggota DPRD Surabaya. Hadir pula anggota forum pimpinan daerah. Para kepala organisasi perangkat daerah (OPD) dan camat juga hadir dengan seragam hitam-hitam.
Lebih lanjut, Risma berharap ada sinergi antara pemkot dan DPRD Surabaya. Dia menyebutkan bahwa sinergi itu tak bisa disebut sebagai kolusi. ”Insya Allah, anggota DPRD itu tahu kalau program yang saya buat ini riil kebutuhan masyarakat,” ungkap perempuan yang juga menjabat ketua DPP PDI Perjuangan bidang kebudayaan itu.
Paparan Risma itu hanya berjalan satu arah. Tidak ada tanya jawab secara lebih formal. Juga tidak ada perwakilan dari DPRD yang memberikan sambutan. Anggota DPRD Surabaya M. Machmud yang ditemui setelah paparan Risma itu nyeletuk. ”Lebih terkenal Bu Risma-nya daripada Surabaya,” ujar mantan ketua DPRD Surabaya itu dengan nada bercanda.
Ketua DPRD Surabaya Adi Sutarwijono menuturkan bahwa dirinya sebenarnya sudah menyiapkan semacam naskah pidato. Tapi, ternyata memang tidak diberikan kesempatan untuk tampil di atas panggung yang dilengkapi layar LCD lebar itu. ”Aku maeng dikei pidato. Tapi ojok ah. Ojok aku. Saya kan tamu,” ujar Adi.
Dia hanya berharap ke depan dewan dan pemkot bisa menjalin sinergi untuk Surabaya yang semakin baik. Tapi, bukan berarti dewan tidak akan memberikan kritik atau masukan untuk pemkot. ”Nanti dalam tugas-tugas DPRD lebih cerewet dan lebih kritis itu iya. Tapi, semangat kami adalah tetap bersama-sama mendorong Surabaya lebih baik,” jelas Adi.
Anggota DPRD Surabaya Herlina Harsono Njoto berharap pertemuan tersebut jangan hanya sekali dilakukan. Tapi, bisa beberapa bulan sekali agar hubungan pemkot dengan dewan bisa makin sinergis. ”Tidak sekadar seremonial. Juga bisa berjalan dua arah. Kalau kayak gini, kan kesannya numpang makan siang saja,” kata dia.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
