Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 29 September 2019 | 23.31 WIB

Ketika Wali Kota Risma Kulakan Ide Museum di Korsel

COCOK UNTUK SURABAYA: Wali Kota Tri Rismaharini ketika mengunjungi Football Faentasium di Seoul kemarin. (Juneka/Jawa Pos) - Image

COCOK UNTUK SURABAYA: Wali Kota Tri Rismaharini ketika mengunjungi Football Faentasium di Seoul kemarin. (Juneka/Jawa Pos)

Museum olahraga di Gelora Pancasila bakal dibuat dengan gaya yang berbeda. Tidak hanya menonjolkan masa lalu, bisa jadi museum tersebut juga mendapat sentuhan lain.

---

WAli Kota Tri Rismaharini dan rombongan dari Pemkot Surabaya berkunjung ke Football Faentasium FIFA World Cup Museum sekitar pukul 10.00 waktu setempat kemarin (28/9). Lokasinya berada di kompleks Seoul World Cup Stadium yang pernah dijadikan salah satu venue Piala Dunia pada 2002. Dengan ponsel pintar miliknya, Risma merekam kondisi museum itu. Di antaranya, pintu masuk, detail tiap benda yang dipajang, dan berbagai jenis teknologi yang dimanfaatkan museum tersebut. Mulai bisa berfoto dengan gaya seolah mengenakan seragam tim Korea, booth untuk foto seperti sedang diwawancarai reporter, hingga video tentang sepak bola di Korea Ada dinding yang ditempeli semacam partisi berbentuk setengah bola. ’’Apik ya digawe ngene,’’ kata Risma. Karena kakinya sedang sakit, Risma duduk di atas kursi roda yang didorong Yohan Jeon, pemandu.

Risma menyebutkan bahwa museum tidak harus diisi dengan barang-barang antik. Tapi, juga bisa dilengkapi teknologi untuk membuat tampilan museum jadi lebih hidup. ’’Dan sebetulnya itu ndak sulit kalau membuatnya,’’ tambah Risma.

Museum olahraga di Gelora Pancasila bakal dikhususkan untuk memaerkan prestasi atlet-atlet-atlet asal Surabaya yang mendunia. Sebut saja Rudy Hartono, Alan Budikusuma, dan Minarti Timur. ’’Kemarin sudah aku hubungi dan mereka siap membantu. Nah, aku mau mencari contoh-contohnya itu. Jadi alasannya itu kenapa ke sini,’’ terangnya.

Risma berkunjung ke Korea Selatan juga untuk mengikuti rangkaian peringatan sister city ke-25 Surabaya-Busan. Selain itu, Risma akan mendapatkan gelar doktor honoris causa bidang arsitektur kota dari Universitas Tongmyong, Busan.

Dia menyebutkan sudah berkomunikasi dengan Rudy Hartono, mantan atlet bulu tangkis. Dalam diskusi tersebut, Rudy menyarankan perlu membuat patung lilin dirinya seperti yang telah ada di Singapura. ’’Ini Bu Antiek (Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata Antiek Budiarti, Red) juga tak suruh bikin seolah-olah nanti bisa foto,’’ ujar Risma.

Kepala Bappeko Surabaya Eri Cahyadi menambahkan, Gelora Pancasila identik dengan pengembangan untuk bola voli dan bulu tangkis. Fungsi lapangan yang berada di tengah itu mungkin tetap dipertahankan. Kursi tribun akan dibuat lebih bagus. ’’Museum nanti berada di bagian depan,’’ ungkapnya.

Eri menyebutkan, persiapan untuk memasukkan sentuhan teknologi dalam museum itu juga sudah disiapkan. Dia meyakini semua itu bisa ditangani sendiri oleh Pemkot Surabaya. ’’Jadi, nanti ada virtual reality bermain bulu tangkis. Salah satunya itu. Tim sedang menyiapkan semuanya,’’ jelasnya.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore