
TANDA SYUKUR: Dokter Joni Wahyuhadi (kiri) menyerahkan potongan tumpeng kepada Jayasrin di RSUD dr Soetomo kemarin. (Robertus Risky/Jawa Pos)
JawaPos.com - Akila tampak aktif di pangkuan Selvina Dewi, ibunya. Dia berceloteh sekenanya. Tak peduli dengan kilatan lampu kamera dari para media yang ada di depannya. Mendengar saudaranya berceloteh, Azila tak mau kalah. Dia yang digendong ayahnya, Jayasrin, berusaha meraih tangan Akila.
Nurjati, nenek si kembar, juga hadir di tengah-tengah keluarga itu. Mereka tengah berkumpul di Ruang Sidang III Departemen Anak RSUD dr Soetomo. Pihak rumah sakit mengundang mereka dalam syukuran dan pemotongan tumpeng atas keberhasilan pemisahan Akila-Azila.
Syukuran tersebut berlangsung sederhana. Dihadiri Direktur RSUD dr Soetomo dr Joni Wahyuhadi dan tim Pusat Pelayanan Kembar Siam Terpadu (PPKST). Acara diawali dengan sambutan dari direktur. Dilanjutkan pemutaran slide mengenai riwayat kelahiran dan kesehatan si kembar oleh Ketua PPKST dr Agus Harianto SpA (K). Terakhir, Joni memotong tumpeng, lalu memberikannya ke Jayasrin.
”Saya mewakili keluarga sangat berterima kasih kepada dokter dan rumah sakit yang berhasil memisahkan Akila-Azila. Akhirnya apa yang saya nanti-nantikan terwujud,” ungkap Selvina. Dia tak bisa membendung rasa harunya.
Dia mengatakan, kondisi anak-anaknya sudah membaik. ”Jahitan perut dan dada mereka sudah dilepas,” katanya. Akila, lanjut dia, sudah bisa duduk, tengkurap, dan latihan berdiri. Celotehnya semakin banyak. ”Sampai-sampai kadang tidak mau berhenti. Dia juga sudah bisa makan bubur saring dan biskuit,” tutur dia.
Sementara itu, Azila saat ini tengah berlatih duduk dan tengkurap. Korset masih dikenakan di dada dan perutnya. Untuk melindungi bagian tersebut agar tidak banyak terkena imbas gerakan. ”Kalau Azila masih minum susu saja,” papar Selvina.
Sementara itu, menurut Joni, dalam waktu dekat akan dibuat yayasan kembar siam. Sebab, RSUD dr Soetomo menjadi rumah sakit terbanyak yang menangani kasus kembar siam di Indonesia. ”Kami sedang membuat clinicalguide dan rencana unitcost-nya berapa,” ucapnya. Dia sudah mendapat persetujuan dari gubernur Jawa Timur dan Kementerian Kesehatan (Kemenkes). ”Mereka sudah setuju,” lanjut dia.
Sebagai sebuah yayasan nonprofit, kata dia, pendanaannya berasal dari sumbangan masyarakat. Dia mengatakan, rencana pembentukan yayasan itu akan selesai pada bulan ini. ”Kami memang berharap sebelum Akila-Azila pulang ke kotanya, yayasannya sudah ada,” kata Joni.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
