
MELONTARKAN GAGASAN: Para pakar dari ITS ketika berdiskusi mengenai tantangan pemimpin Surabaya. Mereka membahas persoalan Surabaya dari beragam aspek. (Puguh Sujiatmiko/Jawa Pos)
HAMPIR semua pakar yang terlibat dalam diskusi di redaksi Jawa Pos menyebut problem transportasi di Surabaya belum teratasi. Terutama untuk publik yang seharusnya menjadi bagian dari kota besar. Masih banyak yang bingung dari kampus ke Jalan Tunjungan naik apa?
---
Pakar transportasi ITS Ir Hera Widyastuti MT PhD mengatakan bahwa transportasi itu dibutuhkan mulai dari lahir hingga mati. Begitu pentingnya sarana-prasarana transportasi untuk mendukung mobilitas masyarakat. Nah, Surabaya belum punya sarana transportasi yang andal hingga sekarang.
”Jika ada yang tanya dari kampus (ITS, Red) mau ke Tunjungan naik (transportasi umum) apa? Itu sulit dijawab. Karena kita tidak punya akses transportasi yang smart,” ujar Hera.
Berbeda halnya dengan kota-kota besar di luar negeri. Sebut saja Singapura. Dari Bandara Changi sudah tersedia aneka sarana transportasi menuju lokasi tujuan dengan sangat baik. Dengan panduan peta pun, turis bisa dengan mudah mengunjungi tujuan wisatanya. ”Tanpa harus bingung lagi kalau di Singapura atau kota di negara lain. Nah, di Surabaya ini belum terfasilitasi dengan baik. Kadang bingung harus merekomendasikan transportasi apa,” katanya.
Hera menuturkan, transportasi juga mengenal prinsip aman, nyaman, lancar, hemat, dan smart. Namun, di Surabaya prinsip-prinsip itu belum terwujud. Contohnya, untuk menuju ke halte bus umum (Suroboyo Bus), masyarakat harus naik motor terlebih dahulu. Sebab, tidak ada transportasi umum yang sampai ke permukiman. ”Di Surabaya kalau mau jalan kaki saja, banyak yang melihat. Seolah jalan kaki itu aneh. Jadi kalau mau jalan kaki, jadi risi dilihatin. Kecuali bule ya. Akhirnya dibablasne naik sepeda motor,” kata Hera.
Yang menjadi pilihan akhirnya transportasi online. Masyarakat mulai memanfaatkan transportasi online yang dirasa bisa menjangkau hingga permukiman. Hal itu disebabkan transportasi umum tidak bisa bekerja dengan optimal.
”Di Surabaya transportasi online juga memunculkan masalah baru dengan munculnya lokasi-lokasi parkir sembarangan di pinggir jalan. Menurut saya, tantangan wali kota Surabaya ke depan masih pada transportasi umum,” katanya.
Berbicara tentang kebutuhan transportasi umum di Surabaya selalu berkaitan dengan kota-kota sekitar. Pakar perencanaan wilayah kota Adjie Pamungkas mengatakan, pemimpin Surabaya bukan untuk Surabaya saja. Namun, juga untuk SMA (Surabaya Metropolitan Area). Artinya, pembangunan di Surabaya harus bisa diintegrasikan dengan kota sekitar. ”Surabaya tidak bisa berpikir untuk Surabaya saja,” ujarnya.
Pakar Smart City ITS Endroyono mengatakan bahwa masyarakat ingin menemukan pemimpin masa depan yang siap mengomando Surabaya. Saat ini, Risma sudah punya standar tinggi. Sebanyak 95 persen penduduk tidak tahu siapa yang bisa menggantikan Risma. Itu artinya, 95 persen pengganti Risma bisa tidak pede.“Indikatornya, masyarakat menuntut itu. Move on susah banget,” katanya.
Endroyono menuturkan, dirinya mempunyai data bagus untuk kinerja Surabaya, maka tantangan tentang pemimpin Surabaya ke depan. Pemimpin Surabaya dituntut orang-orang divergent (berbeda). Tidak kuat dalam satu bidang. “Jadi tidak lagi berbicara wayahe Unair, wayahe ITS lagi. Masalah tidak akan selesai tentang hal itu,” ujar Endroyono lantas tertawa.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
