
TIDAK LAYAK: Salah satu angkot rusak di Jalan Joyoboyo. Dishub berencana meremajakan angkot tersebut. Namun, realisasinya baru tahun depan. (Dipta Wahyu/Jawa Pos)
JawaPos.com - Deretan angkutan kota (angkot) diparkir di Jalan Joyoboyo. Kondisi angkot-angkot itu sudah rusak parah. Keropos menghiasi fisik angkot. Untuk tempat duduk pun, banyak yang jebol. Mesinnya juga sering ngadat alias mogok.
Mujiono, sopir angkot, mengatakan tidak bisa berbuat banyak dengan angkotnya. Meski sering rusak, angkot itu tetap dipaksa untuk narik penumpang. ”Gimana lagi, penghasilan kian turun. Untuk kebutuhan sehari-hari saja tidak cukup, apalagi untuk memperbaiki angkot,” katanya. ”Terpaksa, kalau rusak ya dibetulkan sendiri,” lanjut dia.
Pria 62 tahun itu menceritakan, sepuluh tahun lalu, dirinya bisa mendapatkan uang Rp 100 ribu–Rp 200 ribu dalam sehari. Dengan jumlah tersebut, dia bisa mencukupi kebutuhan keluarga. ”Mulai belanja kebutuhan sehari-hari dan biaya sekolah anak. Bahkan, masih ada sisa dan bisa ditabung,” kata Mujiono di Jalan Gunungsari kemarin (5/9).
Kondisi saat ini sudah jauh berbeda. Bisa mendapatkan Rp 100 ribu saja sudah bagus. Itu belum dipotong dengan biaya bahan bakar, retribusi terminal, dan makan setiap hari. ”Jika ditotal, pendapatan bersih hanya Rp 30 ribu. Di zaman sekarang, uang segitu bisa untuk beli apa? Untuk makan sendiri saja masih kurang, apalagi membiayai kebutuhan keluarga,” keluhnya.
Kondisi tersebut tak bisa didiamkan. Harus ada solusi. Jika tidak, angkot akan punah. Sebab, tidak ada masyarakat yang mau naik angkot. Mujiono berharap program peremajaan angkutan bisa segera terealisasi. Bukan sekadar wacana. ”Pemerintah pernah bilang bahwa peremajaan angkutan akan dilakukan. Yang tidak layak atau rusak total akan diganti baru. Bahkan, sampai ada wacana bahwa sistem operasi angkot akan disamakan dengan Suroboyo Bus. Jadi, pengemudi mempunyai penghasilan tetap setiap bulan,” ujarnya.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya Irvan Wahyudrajat mengatakan, peremajaan angkot pasti dilakukan. Sebab, itu merupakan program yang harus dikerjakan. Hanya, realisasinya tidak bisa dilakukan tahun ini. ”Saat ini masih memasuki tahap pengajuan anggaran,” katanya. Tidak hanya meremajakan angkot, tapi juga mengubah sistem pengoperasian angkot.
Rencananya, sistem angkot disamakan dengan Suroboyo Bus. Dengan begitu, pengemudi bisa mendapatkan penghasilan tetap setiap bulan. ”Semua itu sudah kami siapkan. Dan kami sudah presentasikan hal itu ke dewan dan Badan Perencanaan Pembangunan Kota Surabaya,” ucap Irvan. ”Diprediksi tahun depan baru bisa berjalan,” lanjutnya.
Kasi Angkutan Jalan dan Penumpang Dishub Surabaya Franki Yuanus mencatat, terdapat lebih dari 4.000 angkot di Surabaya. Namun, pihaknya belum mengetahui secara detail berapa banyak kendaraan yang layak dan tidak. Sebab, sampai saat ini pendataan terhadap angkutan masih dilakukan.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

7 Kebiasaan Masa Kecil yang Berpengaruh Pada Kesuksesan Anak di Masa Depan
Herri Pras Beberkan Kronologi Digerebek Petarung MMA: Ditendang dan Didengkul Ulu Hati
Profil Herri Pras yang Kritik UAS dan UAH, Pendiri PSGI yang Ditantang Duel Atlet MMA
Profil Yudi Cahyadi, Atlet MMA yang Tantang Duel Herri Pras Usai Singgung UAS dan UAH
Matheus Lagoa Segera Bela Persebaya Surabaya, Cedera Betis Pulih, 30 Gol Jadi Modal
5 Cara Menemukan Jodoh Bagi Orang Introvert Yang Tidak Suka Bersosialisasi
Kembali Lakukan Mutasi, Kapolri Suyudi Ganti 264 Pati dan Pamen Polri
Prediksi Skor Jeonbuk Motors vs Johor Darul Takzim FC, Duel Ketat di AFC Champions League Elite
Usai Digeruduk Rombongan Petarung MMA, Herri Pras Sempat Dievakuasi di Polsek Gunung Putri
Prediksi Al Ittihad vs Al Ain di ACL Elite, Tuan Rumah Lebih Diunggulkan

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022