
ANTISIPASI JOKI: Petugas memeriksa tubuh para peserta ujian tulis jalur mandiri UGM di SMA Al HIkmah kemarin. (Alfian Rizal/Jawa Pos)
JawaPos.com - Kecurangan mewarnai pelaksanaan ujian tulis jalur mandiri Universitas Gadjah Mada (UGM) 2019. Salah seorang peserta tepergok menggunakan earphone saat ujian berlangsung di SMA Al Hikmah, tempat pelaksaaan ujian tulis, kemarin (14/7).
Penanggung jawab ujian tulis UGM Gitadi Tegas membenarkan adanya kejadian tersebut. Menurut dia, peserta yang melakukan kecurangan tergabung dalam kelompok ujian saintek. Saat ujian dimulai, yakni pukul 07.30, pengawas mencurigai gerak-gerik peserta itu. ’’Dia terlihat membenahi kerudung yang dipakainya terus-menerus. Telinganya juga beberapa kali disentuh,’’ kata alumnus UGM tersebut.
Peserta itu baru ketahuan setelah istirahat dan masuk ke ruang ujian lagi untuk mengerjakan tes kemampuan dasar umum (TKDU). Saat pemeriksaan tubuh peserta, pengawas akhirnya menemukan barang bukti berupa sepasang earphone yang tertancap di sebuah handphone. Pengawas kemudian membawanya untuk diinterogasi lebih lanjut. ’’Dia mengaku diiming-imingi seorang oknum untuk diberi kunci jawaban,’’ tutur Gitadi.
Peserta tersebut mengaku baru saja bertemu oknum itu di sekitar SMA Al Hikmah Surabaya. Oknum tersebut menjanjikan kunci jawaban ketika proses pengerjaan soal berlangsung. Namun, ternyata sampai ujian berakhir, oknum itu tidak memberikan informasi apa pun. ’’Berarti memang benar, peserta tersebut ditipu,’’ papar dosen Universitas Airlangga itu.
Gitadi menyatakan bahwa setiap peserta yang masuk dan keluar ruang ujian menjalani proses pemeriksaan tubuh dan barang bawaan. Namun, pada awal pemeriksaan, peserta tersebut memang belum menunjukkan tanda-tanda mencurigakan. Pihak panitia juga sudah memberikan hukuman kepada peserta itu. ’’Sudah kami diskualifikasi,’’ tegasnya.
Gitadi mengakui, hanya ada seorang peserta yang melakukan kecurangan kali ini. Mengenai keamanan soal, dia pun menjamin tidak ada kebocoran selama soal berada di Surabaya sejak Sabtu (13/7). ’’Diawasi langsung dari dosen UGM sendiri dan tidak terlepas dari pengamatan,’’ ungkapnya. (nas/c22/ai)

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
