
GANDENG RSUD: Wakil Dekan Fakultas Kedokteran dan Kesehatan ITS Adhi Dharma memantau fasilitas laboratorium di Fakultas Kedokteran dan Kesehatan ITS (26/6).
JawaPos.com - ITS membuka pendaftaran calon mahasiswa baru (camaba) angkatan pertama program studi (prodi) pendidikan kedokteran kemarin. Kampus berbasis teknologi itu menyiapkan 50 kursi untuk camaba prodi baru fakultas kedokteran dan kesehatan (FKK).
Rektor ITS Prof Mochamad Ashari mengatakan, pendaftaran prodi pendidikan kedokteran dibuka hingga 6 September saja. Syarat pendaftar merupakan lulusan SMA/MA sederajat 2021, 2022, dan 2023. Sistem penilaian prodi pendidikan kedokteran tersebut hanya menggunakan nilai rapor semester 1–6 dan ujian tulis berbasis komputer (UTBK) seleksi nasional berdasarkan tes (SNBT) 2023. ”Jadi, pendaftar wajib punya nilai UTBK SNBT 2023. Dan tidak ada lagi tes yang diselenggarakan sendiri oleh ITS,” katanya saat ditemui Jawa Pos di Rektorat ITS kemarin.
Ashari sangat optimistis prodi baru ITS itu akan disambut antusias oleh masyarakat. Apalagi, Prodi Pendidikan Kedokteran ITS memiliki keunggulan dan keunikan tersendiri. Yakni menjadikan dokter lulusan ITS dibekali kompetensi tambahan. Di antaranya artificial intelligence (AI), data analytics, teknologi nano, dan teknologi 3D printing pada bidang medis. ”Sekarang dunia kedokteran dan teknologi saling bergantung. Kami ingin dokter lulusan ITS mendapatkan kompetensi mengoperasikan teknologi medis,” ujarnya.
Guru besar di bidang teknik elektro itu menambahkan, ITS ingin mengambil peran di dunia kesehatan. Sebelumnya ITS sudah membuka prodi teknologi kedokteran. ”Alasan kami mengambil peran di kedokteran karena ingin berkontribusi dalam menyelesaikan tantangan dunia kesehatan,” imbuhnya.
Ashari menjelaskan, saat ini pemenuhan rasio dokter di Indonesia berdasar World Health Organization (WHO) masih belum terpenuhi. Selain itu, masih terjadi maladistribusi sehingga belum terjadi pemerataan dokter.
”Kami membuka FKK yang di dalamnya ada prodi teknologi kedokteran dan prodi pendidikan dokter agar kebutuhan kemandirian kesehatan nasional terwujud. Selain itu, dokter-dokter harus tahu dalam mengoperasikan teknologi,” jelasnya.
Tahun depan Prodi Pendidikan Kedokteran ITS akan diikutkan di tiga jalur seleksi masuk PTN. Mulai seleksi nasional berdasarkan prestasi (SNBP), seleksi nasional berdasarkan tes (SNBT), hingga jalur mandiri. ”Tahun ini baru bisa dibuka di jalur mandiri. Kami optimistis tetap mendapatkan camaba dengan nilai yang terbaik. Optimistis lebih dari seribu yang mendaftar,” ujarnya.
Sementara itu, pembukaan perdana juga dilakukan Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Surabaya (FK Unesa) kemarin. Pendaftaran di jalur mandiri itu dibuka hanya sampai 9 Agustus. Dekan FK Unesa Dr dr Endang Sri Wahjuni MKes menyatakan, tes bakal dilakukan beberapa tahap, yakni tes tulis dan kemudian tes psikologi. ”Jika sudah dinyatakan lolos dari dua tes tersebut, calon mahasiswa bakal menjalani tes kesehatan,” ucapnya. Jika ada calon mahasiswa yang tidak lolos di tes kesehatan, akan digantikan dengan peserta yang nilainya ada di bawahnya.
Proses pengajaran di tahun pertama masih akan didampingi FK Universitas Negeri Jember (Unej). ”Sebenarnya semua pos mata kuliah sudah diisi dari dosen internal kami. Tapi, sesuai aturannya, tetap harus ada dosen pendamping dari kampus yang sudah memiliki FK duluan,” jelasnya. Sejak awal mereka sudah didampingi FK Unej. Proses pendampingan dalam pembelajaran dilakukan selama satu sampai dua semester pertama saja.
Kepala Subdirektorat Penerimaan dan Kelulusan Mahasiswa Unesa Sukarmin mengatakan, hingga pukul 18.40 kemarin, sudah ada 42 orang yang mengantongi nomor tes. ”Kalau yang punya akun dan siap daftar sudah 144 nama,” ucapnya.
Dekan FK Unesa Dr Endang Sri Wahjuni menyatakan, pihaknya masih bakal memperluas informasi pembukaan ini. ”Meski di hari pertama ini sudah cukup bagus antusiasmenya, kami akan memperluas lagi info lewat kanal-kanal Unesa,” tuturnya. (ayu/dya/c9/oni)

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
