
Kondisi rumah Chintya, remaja di Surabaya yang berjualan peyek dengan merangkak.
JawaPos.com–Chintya, remaja asal Surabaya yang viral karena berjualan peyek dengan merangkak, tak berhenti memupuk impian bersama sang ibu Sumiyati.
Saat ditemui di kediamannya, di Kendangsari Surabaya, Chintya mengatakan, sangat ingin jalan-jalan di Mal Tunjungan Plaza Surabaya. Sebab, dia tak pernah jalan-jalan ke mal.
”Kalau sudah bisa jalan, aku kepengin jalan-jalan sama ibu bapak adek ke mal. Ke Tunjungan Plaza pengin sekali,” ungkap Chintya, remaja 17 tahun itu.
Sejak lahir, Chintya mengidap kelainan tulang. Dia tak bisa berdiri tegak. Kalau berjalan, dia harus bertumpu pada sesuatu.
Setiap dua minggu sekali, anak kedua dari tiga bersaudara itu menjalani terapi di RSUD Soetomo Surabaya. Sumiyati yang mendengar keinginan putrinya itu tak bisa membendung air mata.
”Saya sendiri juga nggak tahu Mal Tunjungan Plaza bagaimana bentuknya. Meski sudah lama tinggal di Surabaya berpuluh tahun,” tutur Sumiyati sambil mengusap air mata yang berlinang.
Diberitakan sebelumnya, Beberapa waktu lalu, rekaman video seorang remaja di kawasan Dharmawangsa Surabaya berjualan peyek dengan merangkak. Setelah ditelusuri ternyata remaja itu bernama Chintya.
Remaja 17 tahun asal Surabaya itu menjajakan dagangan rempeyek buatan sang ibu sambil menunggu tim terapi RSUD Soetomo memanggilnya. Dia menderita kelainan tulang sejak lahir.
Chintya tinggal bersama keluarga kecilnya di rumah kos ukuran lebih kurang 3x3 meter persegi di Kendangsari Gang 7, Sekolahan RT 7. Putri pasangan Andi Siswoto, 49, dan Sumiyati, 46, itu berjualan peyek untuk mendapatkan tambahan uang.
Chintya mengaku tak malu berjualan peyek dan tidak ada paksaan dari orang tuanya. ”Waktu itu pengambilan videonya juga untuk penggalangan donasi kan dari satu pihak yang sudah disetujui juga oleh saya sama keluarga, sekitar Maret lalu,” ungkap Chintya.
Chintya tidak pernah menyangka jika videonya itu viral dan menggegerkan banyak pihak. Dia mandek sekolah setelah lulus SMP.
”Saya kembali sekolah pakai kejar paket C dari Geng Gemes yang menyekolahkan. Saya pengen jadi dokter kalau bisa kuliah,” ucap Chintya dengan malu-malu.
Sumiyati menjadi tulang punggung keluarga sejak 2019. Sebab, suami tak bisa lagi bekerja setelah didiagnosis kanker tenggorokan. Saat ini, kondisi sang suami tak bisa melihat. Kankernya juga telah menyebar ke hidung.
Chintya dan Sumiyati tak pernah berhenti membasahi bibirnya dengan lantunan doa tiap pagi. Begitu JawaPos.com menanyakan, apa yang membuat Sumiyati kuat menjalani kehidupannya, air matanya berlinang.
”Kebutuhan perut bukan prioritas kami. Saya bersyukur bisa beli pampers untuk ayahnya. Untungnya, anak-anak ini nggak rewel urusan perut. Saya bekerja sebagai tenaga lepas di salah satu konveksi tiap hari,” ucap Sumiyati.

Kronologi Beckham Putra Nyaris Bersitegang dengan Penonton usai Laga Indonesia vs Mozambik
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Shin Tae-yong Bajak Staf Persebaya Surabaya, Gerbong Eks Timnas Indonesia Bisa Diboyong ke Persija Jakarta
8 Pertanyaan Pribadi yang Tidak Boleh Ditanyakan Pada Orang Lain, Tidak Peduli Seberapa Baik Mereka Mengenal Seseorang Menurut Psikolog
Harga BBM Pertamina Terbaru: Pertamax Naik Jadi Rp 16.250 per Liter Mulai 10 Juni 2026
Viral Investor MBG Ngamuk di Kantor BGN, APGI 3T Sebut Aksi Spontan Atas Potensi Kerugian Rp 1,8 Triliun
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Timnas Afrika Selatan di Piala Dunia 2026: Daftar Lengkap Skuad, Statistik, dan Jadwal Pertandingan
Resmi! 9 Pemain Persebaya Surabaya Hengkang, Era Baru Bernardo Tavares Dimulai dengan Cuci Gudang
