Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 19 Juli 2023 | 07.49 WIB

Wali Kota Eri Cahyadi Tegaskan Tidak Ada Toleransi untuk Perundungan Selama MPLS di Surabaya

Siswa SDN Ketabang 1 Surabaya memainkan bola bersama rekan-rekannya sebelum memasuki ruang kelas pada hari pertama masuk sekolah (17/7). - Image

Siswa SDN Ketabang 1 Surabaya memainkan bola bersama rekan-rekannya sebelum memasuki ruang kelas pada hari pertama masuk sekolah (17/7).

JawaPos.com–Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menginginkan masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) prioritaskan kenyamanan dan bebas perundungan untuk siswa baru di SD dan SMP.

”Siswa mengenal suasana sekolah dengan nyaman bersama teman adalah yang kami anjurkan,” ujar Eri Cahyadi saat memantau pelaksanaan MPLS di beberapa sekolah di Surabaya, dikutip dari Antara, Selasa (18/7).

MPLS adalah tahap pengenalan awal bagi siswa sebelum memulai tahun ajaran baru di sekolah. Pada hari pertama MPLS, Wali Kota Eri melihat antusiasme tinggi dari orang tua, terutama orang tua siswa SD, yang banyak datang mengantar dan menunggu anak-anak di sekolah.

”Kami melihat banyak orang tua yang mengantar anak-anak ke MPLS. Mereka menunggu hingga acara selesai, mobil antre, mereka menunggu putra-putrinya. Oleh karena itu, kami juga ikut berjaga-jaga, seperti di SDN Kaliasin. Sementara untuk SMP, situasinya biasa saja,” kata Eri.

Eri menjamin tidak ada perundungan atau perpeloncoan selama MPLS di SD-SMP Surabaya dan telah menyampaikannya kepada seluruh kepala sekolah.

”Di Surabaya, tidak ada ruang untuk perpeloncoan. Kita sudah menyampaikan pada seluruh kepala sekolah bahwa saat MPLS berlangsung, tidak ada tindakan perundungan atau hal semacam itu,” ucap Cak Eri, panggilan akrab Eri Cahyadi.

Cak Eri menyatakan, hasil pengecekan jumlah pendaftar di sekolah negeri dan swasta tidak sebanding dengan jumlah lulusan.

”Kami telah memeriksa ke sekolah-sekolah negeri dan swasta, dan ternyata masih banyak yang mendaftar, tetapi jumlah lulusannya berbeda. Ada yang menghilang, kami masih mengumpulkan data. Beberapa di antaranya berada di pondok, ada juga yang berada di tempat lain,” papar Eri.

Tahun ajaran baru 2023/2024, banyak sekolah swasta mengalami penurunan siswa, dari tiga kelas menjadi dua setengah kelas.

”Misalnya, yang sebelumnya memiliki tiga kelas, sekarang menjadi hanya dua setengah kelas. Tapi saya juga ingin menekankan bahwa kualitas sekolah harus ditingkatkan. Saat ini, banyak siswa lebih tertarik ke pondok-pondok modern, sehingga jumlah siswa di sana semakin banyak,” tutur Eri.

Wali Kota Eri berharap lembaga pendidikan SD-SMP swasta di Surabaya meningkatkan kualitas, termasuk infrastruktur dan tenaga pendidik.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore