Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 17 Juli 2023 | 22.56 WIB

Aktifkan Moda Kereta Rel Listrik, Bangun Double Track Wonokromo–Sidoarjo

TRANSPORTASI MASSAL: Kereta api melintasi depan pintu air Jagir kemarin (16/7). Kemenhub berencana membangun jalur ganda KRL menuju Sidoarjo. - Image

TRANSPORTASI MASSAL: Kereta api melintasi depan pintu air Jagir kemarin (16/7). Kemenhub berencana membangun jalur ganda KRL menuju Sidoarjo.

JawaPos.com– Jalur ganda kereta api Surabaya–Sidoarjo bakal digarap tahun depan. Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi memastikan rencana tersebut karena Kementerian Perhubungan sudah turun untuk melaksanakan kajian kelayakan atau feasibility study. Ada empat jalur ganda atau double track yang akan dibangun. Salah satunya rute Surabaya–Sidoarjo yang akan dikerjakan lebih dulu.

’’Surabaya ini membutuhkan double track sehingga nanti insya Allah sudah ada perhitungan-perhitungan bagaimana soal pengerjaannya. Semoga bisa segera dilaksanakan, feasibility study juga sudah berjalan,’’ paparnya.

Eri berharap dibangunnya double track itu akan menuntaskan kemacetan di jalur perbatasan Surabaya pada pagi dan sore.

’’Waktu sore dari luar Sidoarjo, baik dari Jalan Mayjen Sungkono mau ke Gresik dan ke Sidoarjo, juga macet. Jadi, memang fokusnya adalah Sidoarjo–Gresik dahulu, tahap kedua baru Lamongan–Surabaya–Sidoarjo,’’ katanya.

Rencananya, double track tersebut sekaligus mengaktifkan moda kereta rel listrik (KRL) di jalur itu. Dengan demikian, ada peralihan jenis kereta api yang bakal digunakan, dari diesel menjadi KRL yang lebih ramah lingkungan. Juga dikembangkan elektrifikasi dengan LAA (listrik aliran atas).

Pada tahap pertama, fokus pembangunan KRL akan mengakomodasi rute Stasiun Sidoarjo hingga Stasiun Pasar Turi. Jalur ganda yang perlu dibangun mulai dari Stasiun Wonokromo hingga Stasiun Sidoarjo. Panjangnya mencapai 17,6 kilometer. Sedangkan dari Pasar Turi ke Wonokromo sudah jalur ganda.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Surabaya Tundjung Iswandaru mengatakan, saat ini yang masih menjadi PR adalah mengatasi dampak lalu lintas pada perlintasan sebidang. Masalah lain yang coba dipecahkan adalah viaduct.

Sebab, jika dilaksanakan pembangunan konstruksi listrik, dibutuhkan area yang lebih tinggi. Sementara itu, ketinggian viaduct terbatas.

’’Tidak bisa serta-merta diubah strukturnya karena itu bangunan cagar budaya. Ini yang kami upayakan untuk dicari solusinya,’’ kata Tundjung. (gal/c6/jun)

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore