
Sejumlah orang tua dan anak-anak berburu perlengkapan sekolah. Di Surabaya, masih banyak anak yang belum mendaftar sekolah.
JawaPos.com - Sepekan menjelang tahun ajaran baru 2023–2024, jumlah pendaftar di SMP swasta masih minim. Rata-rata baru mencapai 40 persen dari total pagu yang disediakan. Apabila dihitung berdasar jumlah lulusan SD, ribuan anak di Surabaya belum mendapatkan sekolah.
Kepala MKKS SMP Swasta Surabaya Erwin Darmogo mengatakan, SMP swasta masih kekurangan siswa. ”Dari pemantauan kami, pergerakan jumlah pendaftar masih lambat di semua sekolah,” kata Erwin, Minggu (9/7).
Di SMP Kristen YBPK 1 Surabaya, sekolah yang dipimpin Erwin, jumlah muridnya masih kurang. Hingga kini, pendaftarnya baru mencapai 30 anak. Padahal, tahun ini Erwin menargetkan bisa menampung 64 siswa.
Pihak sekolah sudah menyiapkan dua rombongan belajar (rombel). ”Yang jadi pertanyaan kami, ke mana ribuan lulusan SD. Mengapa belum daftar?” ujar Erwin.
Seretnya pendaftar SMP swasta menimbulkan keganjilan. Sebab, lulusan SD tahun ini mencapai 38.684 anak. Itu belum termasuk lulusan madrasah ibtidaiyah (MI) yang mencapai ribuan. Dari jumlah tersebut, sebanyak 17.088 siswa sudah masuk SMP negeri. Itu sesuai dengan daya tampung 63 SMP negeri.
Artinya, masih tersisa 21.596 anak. Sejauh ini, data MKKS SMP Swasta menyebut jumlah pendaftar di SMP swasta mencapai 12.074 siswa. Tersebar di 262 sekolah. Diperkirakan, masih tersisa 9.522 anak lagi yang belum mendaftar sekolah.
”Anak-anak ini ke mana. Apakah ya mereka masih menunggu masuk sekolah negeri. Padahal, PPDB SMP negeri kan sudah tutup,” ujarnya.
Erwin meminta para orang tua siswa tidak mengorbankan putra-putrinya karena tidak kunjung mendaftarkan mereka ke sekolah. Apalagi, tahun ajaran baru segera bergulir.
Dia menduga orang tua belum mau mendaftar ke sekolah swasta karena menunggu ’’keajaiban’’ bisa diterima di SMP negeri. Motivasi itu dipicu keinginan memperoleh pendidikan gratis di sekolah negeri. ”Jangan sampai anak jadi korban karena keegoisan orang tua,” imbuhnya.
SMP swasta, lanjut Erwin, juga siap menggratiskan biaya pendidikan. Tapi, khusus keluarga miskin dan pramiskin. Mereka yang mampu tetap dikenai biaya untuk menopang pendidikan.
”Pendidikan itu ada harganya. Nggak bisa gratis begitu saja. Kalau untuk keluarga miskin dan pramiskin nggak apa-apa,” tegasnya.
Lebih lanjut, Erwin menyampaikan, PPDB SMP swasta tetap dibuka meski tahun ajaran baru sudah bergulir. Sambil aktivitas belajar-mengajar berjalan, sekolah bisa tetap menerima pendaftaran siswa baru. Setidaknya sampai penutupan data dapodik Agustus nanti. ”Kami akan tetap buka sampai kuota terpenuhi,” papar Erwin.
SMP Muhammadiyah 4 Surabaya juga masih kekurangan pendaftar. Dari 90 pagu yang disiapkan, sekolah itu baru mendapat 51 siswa baru. ”Ini sudah mengambil seragam,” kata Kepala SMP Muhammadiyah 4 Surabaya Taufiqur Rohman.
Dia berharap target 90 siswa baru bisa terpenuhi tahun ini. Itu setara dengan tiga rombel. Tahun sebelumnya, jumlah rombel yang disediakan selalu terpenuhi. ”Harapan kami, tidak ada lagi isu pemenuhan pagu di SMP negeri karena PPDB negeri sudah tutup,” ujar Taufiq. (mar/c7/aph)
KEGELISAHAN SMP SWASTA DALAM PPDB 2023

Santriwati di Pekalongan Diklaim Keluarga Hamil Tanpa Berhubungan, Masa Iya?
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
13 Rekomendasi Tempat Liburan di Malang dengan Pilihan Wisata Alam, Hiburan, dan Spot Santai yang Membuat Pikiran Lebih Fresh
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Rekomendasi 13 Wisata Terbaik di Bandung untuk Liburan Santai, Healing, dan Quality Time Bersama Orang Tersayang
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
