
CEK PPDB: Seorang warga mengakses website PPDB. Jumlah wali murid yang menarik berkasnya di sekolah swasta terus bertambah.
JawaPos.com – Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP Swasta kembali menerima aduan adanya wali murid yang mencabut berkas pendaftaran anaknya. Hingga Kamis (6/7), sudah ada 10 sekolah yang melapor. Alasannya, siswa tersebut pindah ke sekolah negeri.
MKKS SMP Swasta mendata, ada 24 siswa yang berkas pendaftarannya dicabut dan dialihkan ke SMP negeri. Ada pula siswa yang memilih melanjutkan pendidikannya di pondok pesantren.
Ketua MKKS SMP Swasta Surabaya Erwin Darmogo mengatakan, persoalan wali murid yang mencabut berkas pendaftaran sudah ditindaklanjuti. Dia sudah bertemu dengan Dinas Pendidikan (Dispendik) Surabaya untuk mencari solusinya. Salah satu opsinya adalah membatalkan penarikan berkas.
”Yang cabut berkas mengatakan bahwa anaknya diterima di sekolah negeri. Informasinya, nanti mereka dikembalikan lagi ke swasta,” paparnya.
Tingkat keterisian sekolah swasta masih minim. Data MKKS SMP Swasta menyebutkan, baru 9.629 pelajar yang masuk ke SMP swasta. Apabila dirata-rata, satu sekolah swasta baru terisi 36 siswa.
”Lembaga pendidikan swasta di Surabaya, totalnya 262 sekolah. Namun, sampai sekarang jumlah pendaftarnya masih sedikit,” tambah Ketua MKKS SMP Swasta Surabaya Timur Wiwik Wahyuningsih.
Seharusnya, tambah Wiwik, sekolah swasta tidak kekurangan murid. Sebab, tahun ini ada 38.684 lulusan SD. Yang diterima di SMP negeri sebanyak 17.088 siswa.
”Nah, yang jadi pertanyaan sisanya itu ke mana? Padahal, hitung-hitungan kami, yang masuk SMP swasta sekitar 12.629 siswa. Sisanya itu ke mana?” ucap Wiwik.
Seperti diberitakan sebelumnya, 35 murid batal bersekolah di SMP swasta. Sebab, orang tua pelajar itu tiba-tiba menarik berkas pendaftaran, lalu mendaftarkan ke sekolah negeri. Ada beberapa informasi yang menyebutkan bahwa SMP swasta memaksa menambah rombongan belajar (rombel) di luar aturan. Dari 32 siswa menjadi 39 murid.
Informasi lain menyebutkan, pencabutan berkas itu dilakukan karena adanya pemenuhan pagu untuk jalur tertentu. Salah satunya, jalur prestasi.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Surabaya Yusuf Masruh menegaskan bahwa setelah PPDB SMP negeri ditutup, tidak ada lagi penerimaan siswa. Dia berjanji mengevaluasi sekolah-sekolah yang terindikasi menerima siswa pasca penutupan pendaftaran itu.
”Tidak ada daftar ulang ke SMP negeri. Yang sudah daftar di swasta ya swasta. Dan, tidak ada cabut berkas,” ujarnya.
Yusuf sudah bertemu dengan pihak sekolah swasta. Itu dilakukan untuk meluruskan persoalan cabut berkas. Dia berharap segera menemukan solusi terbaik. ”Tidak ada pemenuhan pagu jalur apa pun. Kami sedang evaluasi dulu seperti apa kondisinya,” tegasnya. (gal/c7/aph)
DIPICU CABUT BERKAS PENDAFTARAN
- Sudah 10 sekolah swasta yang melapor ke MKKS SMP Swasta soal pencabutan berkas.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Brighton vs Crystal Palace di Liga Inggris: The Seagulls Kunci Kemenangan di Derby M23
Prediksi Skor Persebaya vs PSS Sleman: Green Force Diunggulkan, Elang Jawa Tak Bisa Diremehkan
Prediksi Skor Persib vs Persik di Super League: Pangeran Biru Susah Payah Jinakkan Macan Putih
Prediksi Skor Lyon vs Nice: Les Gones Buru Kemenangan demi Melesat ke 3 Besar Klasemen Ligue 1
Celios Benarkan Akuisisi Saham BYAN Salah Satu Sebab Pasar Saham RI Terancam Downgrade
Francisco Rivera dan Matheus Lagoa Absen, Persebaya Surabaya Tetap Pede Pecundangi PSS Sleman
Prediksi Skor Juventus vs Lazio: Biancocelesti Bakal Merepotkan Tuan Rumah di Allianz Stadium
Prediksi Skor Nottingham Forest vs Arsenal: Ujian Ketajaman Lini Serang Skuad Mikel Arteta
Prediksi Skor Persib Bandung vs Persik Kediri: Marcos Reina Tak Mau Anggap Remeh
Prediksi Skor Leeds United vs Manchester United: Lisandro Martinez Sulit Masuk Starter

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022