VIDEO MAPPING: Selain bisa melihat satwa nokturnal, pengunjung SNZ akan dihibur pertunjukan pencahayaan.
Perusahaan Daerah Taman Satwa Kebun Binatang Surabaya (PDTS KBS) mengajak pengunjung melihat kehidupan hewan saat malam. Suasana dibuat temaram agar pengunjung merasakan atmosfer yang berbeda ketika menengok aktivitas satwa nokturnal. Sayangnya, masih ada beberapa kekurangan yang harus dibenahi.
---
Uji coba Surabaya Night Zoo (SNZ) dihelat pada 27 Mei lalu. Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mencoba wahana baru itu. Sejak di pintu masuk, pengunjung disambut dekorasi lampu LED. Penerangannya di-setting mode remang agar cahaya yang berpendar tidak terlampau menyilaukan.
Tujuannya, menjaga hewan lain agar tidak terganggu. Sebab, area KBS memang cukup padat. Kandang antarsatwa cukup dekat.
Pintu masuk SNZ dibuat berbeda dengan jalur masuk KBS biasanya. Pengunjung yang masuk diarahkan langsung menuju ke akuarium. Pemandu akan mendampingi pengunjung yang hendak berkeliling.
Sesuai fungsinya, mereka bakal membantu selama tur. Pemandu juga mengingatkan pengunjung akan risiko tersandung dan keseleo saat berjalan di lintasan yang gelap.
Wisatawan akan dibagi dalam kelompok. Per grup jumlahnya 25 orang. Dibutuhkan waktu 40–45 menit bagi pengunjung melihat seluruh hewan nokturnal. Yang suka selfie harus sat-set. Yang terbiasa jalan lambat harus siap ngos-ngosan untuk menikmati tur yang disiapkan.
Dari pintu masuk, pengunjung bisa menengok ke kandang jerapah. Memang jerapah tidak dihadirkan. Sebab, hewan leher panjang itu bukan termasuk satwa nokturnal. Hanya, bagian sisi kandang jerapah disulap menjadi dinding video mapping. Itu merupakan welcome greetings bagi pengunjung.
Jangan kaget ketika menyusuri jalan, ada beberapa burung hantu yang hinggap di kiri dan kanan akses menuju ke akuarium. Burung hantu berbagai jenis itu merupakan bagian dari pertunjukan utama SNZ.
Pengunjung boleh memegang satwa tersebut sembari berfoto bersama. Tetapi, tidak boleh menggunakan lampu flash. Saat uji coba, beberapa burung sempat hendak terbang karena ada pengunjung yang memotret pakai flash.
Selanjutnya, pengunjung diarahkan ke zona reptil. Di tempat itu, ada iguana hingga ular. Jika siang mereka hanya meringkuk. Saat malam, binatang itu tampak leluasa bergerak dalam kandang kaca.
Beberapa koleksi hewan nokturnal KBS tampak aktif saat bertemu pengunjung. Misalnya, landak, garangan jawa dan afrika, dan kucing hutan yang sesekali juga muncul meski malu-malu. Juga musang raksasa binturong.
Selain burung hantu, binturong paling banyak memikat pengunjung saat uji coba. Hewan itu tak canggung berinteraksi dengan manusia. Pengunjung bisa menggendong dan foto bareng.

Prediksi Skor Persib Bandung vs Arema FC di Piala Presiden 2026: Maung Bandung Masih Terlalu Perkasa?
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Ikhwan Ali Tanamal Resmi Gabung Persib Bandung, Siap Bekerja Keras Rebut Tempat di Tim Utama
Prediksi Skor DPMM FC vs Tampines Rovers di Piala Presiden 2026: Misi Dalberto Tebar Pesona di Klub Baru!
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Momentum Green Force Unjuk Gigi
An Se Young Mundur dari China Open 2026 karena Cedera, Fokus Pulihkan Kondisi Jelang Kejuaraan Dunia
Profil Fajar Listyantara, Legenda PSS Sleman dan PSIM Yogyakarta yang Meninggal Dunia Akibat Gagal Ginjal
Mengulas Dugaan Kejanggalan Argentina di Final Piala Dunia 2026, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Eks Bek Persib dan Persija Erik Setiawan Jadi Perbincangan Setelah Tuduhan Mantan Istrinya Viral
