
Muhammad Sayyid Az-Zahiri, atlet muda bulu tangkis tunarungu menunjukkan Super Tiket final audisi PB Djarum, Senin (6/8).
JawaPos.com - Keterbatasan fisik bukan jadi penghalang untuk berprestasi. Itulah yang ditunjukkan seorang pebulu tangkis muda asal Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Muhammad Sayyid Az-Zahiri.
Pebulu tangkis berusia 15 tahun itu langsung meluapkan kegembiraannya setelah tim pencari bakat Djarum Beasiswa Bulu Tangkis Audisi umum memutuskannya maju ke babak final. Rencananya final akan diadakan di Kudus, Jawa Tengah, pada 7-9 September mendatang.
Sayyid bukanlah atlet normal. Dia seorang tunarungu. Keterbatasan indera pendengaran dan berbicara tak membuatnya patah semangat untuk menjadi atlet bulu tangkis ternama.
Semangat dan daya juangnya sudah mengesankan saat bertanding di fase turnamen. Talentanya membuat decak kagum tim pencari bakat. Sayyid terpilih oleh para juri untuk mendapat Tiket Super tahap final di Kudus.
Orang tua Sayyid, Lia Fitria pun merasa bangga. Meski putranya punya keterbatasan, dia mampu menunjukkan kemampuannya dalam memukul kok di lapangan bulu tangkis.
"Sejak kecil sudah tuna rungu. Tapi, dia tak patah semangat meski punya Keterbatasan," ujar Lia saat menemani Sayyid di GOR Bima, Kota Cirebon, Senin (6/8).
Lia menambahkan, anaknya sudah menggemari olahraga bulu tangkis sejak kecil. Bahkan, di usia yang masih belia Sayyid sudah memahami karakter pemain idolanya Lee Chong Wei.
Di usianya yang baru 15 tahun, Sayyid sudah memiliki banyak pengalaman, baik dari tingkat lokal hingga nasional. Selain menjuarai Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) Jawa Barat, pada 2017 lalu, Sayyid pun mendapat gelar juara di O2SN tingkat nasional di Medan, Sumatera Utara. Hal itu membuat Lia yakin, bahwa atlet dari klub PB Sangkuriang Cibinong itu bisa lolos ke babak final di Kudus.
"Sayyid bertanding layaknya peserta yang lain. Dia percaya diri saat di lapangan. Dia sangat menikmati pertandingan," katanya.
Ketua Tim Pencari Bakat, Christian Hadinata, pun mengaku salut dan bangga atas perjuangan Sayyid yang bisa bertahan hingga babak final di Kudus. Menurutnya, Sayyid layak masuk ke babak final karena selain memiliki postur tubuh yang baik.
Sayyid mampu menunjukkan skill yang layak ditandingkan di level final. Soal keterbatasannya yang tidak mampu mendengar dan berbicara, Sayyid bisa mengatasi masalah itu dengan tenang.
Selama proses seleksi, lanjut Christian, Sayyid bertanding secara normal seperti peserta lainnya. Tim pencari bakat memperlakukan sama kepada semua peserta. Tanpa membeda-bedakan disabilitas atau bukan.
"Semua peserta, melalui tahapan (tanpa terkecuali). Ada pula peserta putri tunarungu dari Solo yang berhasil lolos sampai tahap karantina dan sudah menjadi anggota PB Djarum ," katanya.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mantan Kiper Persebaya Surabaya Buka Suara! Dimas Galih Ungkap Kondisi Ruang Ganti PSBS Biak
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
