JawaPos Radar | Iklan Jitu

Bonus Asian Games 2018 Tak Seusai Janji, Atlet: Jangan Pencitraan!

03 November 2018, 15:25:01 WIB | Editor: Banu Adikara
Asian Games 2018, INASGOC, bonus Asian Games 2018, Pemprov DKI Jakarta
Logo Asian Games 2018 (Istimewa)
Share this

JawaPos.com - Tidak sesuainya besaran bonus yang diberikan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kepada para atlet peraih medali di Asian Games 2018 membuat para atlet ibu kota kecewa. Mereka pun menyarankan agar pemerintah sebaiknya tidak usah menebar janji manis jika tak mampu menepatinya.

Untuk diketahui, Pemprov DKI Jakarta pernah mengumumkan bahwa mereka menaikkan jumlah bonus yang akan diberikan kepada atlet yang meraih medali. Peraih medali emas yang semula dijanjikan mendapat Rp 300 juta naik menjadi Rp 750 juta, medali perak dari Rp 150 juta menjadi 500 juta, dan medali perunggu dari awalnya Rp 90 juta menjadi Rp 250 juta.

Namun, perincian bonus itu mendadak berubah. Hanya peraih emas yang sesuai proyeksi awal dengan mendapat mendapat Rp 750 juta. Sementara perak turun menjadi Rp 250 juta dan perunggu Rp 150 juta.

Atlet wushu DKI Jakarta Edgar Xavier Marvelo yang meraih medali perak di Asian Games 2018 kemarin menuturkan agar pemerintah bisa bersikap lebih dewasa dan bijaksana soal pemberian bonus ke depannya.

"Jangan cuma buat pencitraan saja. Mending to the point saja dari awal,” tegasnya.

Kekecewaan juga diungkapkan atlet atletik putri Emilia Nova. Pelari gawang yang sukses menggondol medali perak itu begitu kecewa bonus tidak sesuai yang dijanjikan.

”Di koran bilangnya Rp 500 juta. Tapi pas tanda tangan dapatnya cuma Rp 250 juta. Kecewa banget nggak sesuai yang ditulis di koran,” ungkapnya.

Perempuan yang akrab disapa Emil itu mengaku sudah melakukan kroscek dengan menanyakan perihal penurunan bonus yang didapat. Namun, jawaban yang ia dapatkan sangat tidak memuaskan.

”Kalau saya tadi nanya sama yang ngurusin, tapi katanya yang di koran salah tulis. Simple banget jawabnya,” ucapnya.

Dia berharap bonus yang didapat sesuai dengan yang dijanjikan sebelumnya. Sebab, selain bonus yang berkurang, juga adanya potongan pajak. ”Katanya sebelumnya nggak ada pajak, tapi sekarang ada pajak,” keluhnya.

(raf/ce1/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up