JawaPos Radar

Menpora Ingin Dua Pendaki Perempuan Indonesia Wisuda Tanpa Skripsi

01/06/2018, 22:58 WIB | Editor: Agustinus Edy Pramana
Menpora Imam Nahrawi, Seven Summits, Fransiska Dimitri, Mathilda Dwi Lestari, Puncak Everest
Fransiska dan Mathilda diharapkan bisa wisuda tanpa skripsi (Isa Bustomi/JawaPos.com)
Share this image

Jawapos.com - Menpora Imam Nahrawi menyatakan prestasi yang diraih dua pendaki perempuan Indonesia yakni Fransiska Dimitri dan Mathilda Dwi Lestari layak mendapat apresiasi tinggi. Menpora ingin keduanya dapat mengikuti wisuda alias lulus dari Universitas Katolik Parahyangan tanpa melalui proses skripsi atau tugas akhir.

Deedee dan Hilda, begitu keduanya biasa disapa, masih tercatat sebagai mahasiswi di Universitas Katolik Parahyangan (Unpar). Saat ini mereka menginjak tahun ke-7 di bangku kuliah.

Seperti diketahui, Deedee dan Hilda menjadi tim perempuan pertama dari Indonesia yang bisa mengibarkan bendera Merah Putih di tujuh puncak dunia. Dengan kata lain, keduanya berhasil menaklukkan 7 puncak tertinggi di dunia. Terakhir, Deedee dan Hilda menaklukkan puncak Everest pada 17 Mei lalu.

Secara akademik, keduanya bisa dibilang masuk kategori lama. Namun, prestasinya dalam menaklukkan 7 puncak tertinggi di dunia pantas untuk membuat mereka lulus tanpa harus melewati tugas akhir.

"Pesan saya yang penting 7 puncak tertinggi dunia sudah diselesaikan. Selanjutnya harus menyelesaikan studi. Menurut saya Unpar harus memberikan terobosan bahwa prestasi pahlawan kita ini sudah melampaui angka akademik. Jadi menurut saya tidak harus ada skripsi. Langsung bikin laporan dokumentasinya, fotonya, dan videonya, kemudian wisuda," ungkap Imam Nahrawi, Jumat (1/6).

Tak hanya itu, Menpora menyarankan agar pihak kampus dapat menjadikan keduanya sebagai wisudawati terbaik. Ini untuk menjadikan contoh para juniornya selain berlomba dalam akademik juga bisa dari prestasi bidang lain.

"Jadi untuk junior mungkin bisa 'membayar' kuliah dengan memberikan prestasi yang baik. Berikan medali emas, perak, atau perunggu. Jika unpar bisa menerapkan, saya rasa dapat ditiru oleh kampus lain," imbuh Imam Nahrawi.

Seperti diketahui, Fransiska dan Mathilda menjadi dua pendaki perempuan pertama dari Indonesia yang melakukan ekspedisi 7 puncak tertinggi dunia atau Seven Summits. Pendakian mereka dimulai dari Carstensz Pyramid pada 13 Agustus 2014.

Kemudian lima puncak tertinggi lainnya ditaklukkan dalam kurun 2015 hingga 2017. Terkahir, dua srikandi yang membawa nama The Women Of Indonesia's Seven Summits Expedition Mahitala-Unpar (Wissemu) berhasil menaklukkan puncak Everest pada 17 Mei 2018 pukul 05:50 waktu Nepal atau 07:15 WIB.

(isa/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up