Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 21 Agustus 2026 | 23.11 WIB

F1: Dansa Terakhir di Bukit Pasir Zandvoort, GP Belanda Jalani Balapan Pemungkas

GP Belanda 2026 menjadi balapan terakhir di Zandvoort. Max Verstappen memburu kemenangan perdana musim ini di hadapan Orange Army. (Dok. Sirkuit Zandvoort) - Image

GP Belanda 2026 menjadi balapan terakhir di Zandvoort. Max Verstappen memburu kemenangan perdana musim ini di hadapan Orange Army. (Dok. Sirkuit Zandvoort)

JawaPos.com - Setelah jeda musim panas, Formula 1 (F1) kembali berlanjut di Sirkuit Zandvoort akhir pekan ini (21–23 Agustus). Grand Prix (GP) Belanda itu akan berlangsung dalam suasana perpisahan setelah promotor memilih untuk tidak memperpanjang kontrak yang berakhir musim ini.

Bagi Max Verstappen, GP Belanda bakal terasa emosional. Maklum, dia satu-satunya pembalap Belanda yang ada di grid saat ini. Dia juga yang membuat GP Belanda muncul sebagai salah satu balapan dengan atmosfer paling meriah dalam kalender F1.

Selain jumlah penonton, kemeriahan dipicu keberadaan kereta yang dijuluki Max Express hingga kawasan menuju sirkuit yang dikenal sebagai Verstappen Street. Nah, akhir pekan ini, Verstappen akan tampil di depan Orange Army –kelompok suporter asal Belanda yang mendukungnya– untuk kali terakhir.

“Saya memiliki begitu banyak kenangan indah di sini, di Zandvoort, dan bisa balapan di depan penonton kandang selama beberapa tahun terakhir merupakan sebuah kehormatan sekaligus salah satu momen terbaik saya,” kata Verstappen seperti dikutip Reuters.

Verstappen sendiri tengah berupaya meraih kemenangan pertamanya musim ini. Peluang itu cukup terbuka di Zandvoort. Sejak sirkuit tersebut kembali masuk kalender F1 –setelah absen selama 36 tahun– pada 2021, Verstappen sudah tiga kali meraih kemenangan dan dua kali finis runner-up.

Cuaca Bisa Menentukan

Selain performa pembalap dan mobil, cuaca berpotensi menentukan jalannya balapan akhir pekan ini. Prakiraan cuaca menunjukkan peluang hujan mencapai 60 persen pada Jumat, sebelum turun menjadi 40 persen pada Sabtu dan 20 persen pada Minggu saat balapan utama.

Zandvoort yang berada di kawasan bukit pasir dekat Laut Utara, yang berangin dan rentan hujan, bisa mengubah kondisi trek dengan cepat. Situasi semakin menarik karena Zandvoort untuk kali pertama menggelar sprint.

Akibatnya, tim hanya memiliki satu sesi latihan pada Jumat sebelum kualifikasi sprint untuk menemukan setelan terbaik, termasuk menghadapi kondisi basah.

Tim bisa jadi kesulitan beradaptasi karena sepanjang musim ini F1 belum sekalipun menjalani balapan dengan kondisi sepenuhnya basah. Karena itu, sesi sprint Zandvoort pada Sabtu bisa menjadi ujian baru bagi para pembalap jika hujan benar-benar turun.

Kans Hamilton dan Norris

Jika balapan berlangsung basah, pembalap Ferrari Lewis Hamilton layak diperhitungkan. Pengalaman juara dunia tujuh kali itu untuk beradaptasi saat kondisi trek berubah-ubah merupakan keuntungan.

Editor: Hendra
Sumber: Jawa Pos Koran
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore