
Pembalap Formula 1 saat berada di podium. (istimewa)
JawaPos.com - Formula 1 merupakan salah satu cabang olahraga yang paling menguntungkan dari segi bayaran; banyak pembalapnya—termasuk Lewis Hamilton, Max Verstappen, dan Lando Norris—tergolong sebagai atlet dengan bayaran tertinggi di dunia olahraga.
Para pembalap bisa mendapatkan bonus dan tambahan penghasilan berdasarkan posisi finis mereka dalam Kejuaraan Pembalap (Drivers Championship) serta kontribusi mereka terhadap posisi finis tim konstruktor. Singkatnya, performa balap yang apik berbanding lurus dengan bayaran yang tinggi.
Terkait siapa saja pembalap dengan bayaran tertinggi di lintasan, Verstappen dan Hamilton menempati dua posisi teratas—hal yang tidak mengejutkan—dan besaran gaji mereka, bersama dengan gaji 20 pembalap lainnya untuk musim mendatang, telah diungkap ke publik.
Pembalap Mercedes ini tampil mengesankan di musim debutnya, finis di posisi ketujuh dalam klasemen akhir dengan raihan tiga podium—termasuk finis di posisi kedua di Brasil—yang membuatnya mengantongi bonus sebesar USD 7,5 juta (Rp 132,7 miliar) di luar nilai kontraknya.
Menurut laporan tersebut, Antonelli akan menerima gaji pokok sebesar USD 5 juta (Rp 88,4 miliar) untuk musim 2026, yang nilainya akan meningkat menjadi total USD 12,5 juta berkat adanya bonus. Mengingat performanya di paruh pertama musim—di mana ia telah memimpin cukup jauh dalam Kejuaraan Pembalap—tidak diragukan lagi bahwa nilai kontraknya akan mengalami peningkatan signifikan dalam waktu dekat.
Musim ini bukanlah musim yang diharapkan oleh Stroll maupun Aston Martin; pembalap asal Kanada ini finis di posisi ke-16 dalam Kejuaraan Pembalap dengan hanya mengumpulkan 33 poin pada 2025—hasil terburuknya sejak 2018 saat masih membalap untuk Williams. Ia juga kalah bersaing dengan para pembalap debutan seperti Antonelli dan Isack Hadjar.
Baca Juga:Formula 1 dan MotoGP Berpotensi Bersatu pada Grand Prix Amerika Serikat melalui Acara Demonstrasi
Meskipun performanya berada di bawah standar, ia tetap membawa pulang bayaran sebesar USD 13,5 juta, dengan USD 12 juta (Rp 212,4 miliar) di antaranya berasal dari gaji pokok.
Tahun lalu menjadi tahun yang gemilang bagi Russell maupun Mercedes secara keseluruhan. Mereka menempati posisi kedua dalam Kejuaraan Konstruktor, mengungguli Ferrari dan Red Bull untuk posisi tersebut. Ini juga menjadi perolehan poin tertinggi pembalap asal Inggris tersebut di Formula 1 hingga saat ini, dengan total 319 poin, dua kemenangan, dan sembilan podium.
Dengan gaji pokok sebesar USD 15 juta (Rp 265,4 miliar) ditambah bonus senilai USD 11 juta (Rp 194,6 miliar), Russell mengantongi total pendapatan sebesar USD 26 juta.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jadi Tersangka, Ini Kronologi Penipuan yang Dilakukan Ruben Onsu
Ruben Onsu Jadi Tersangka, Begini Reaksi Pengacara Minola Sebayang
Prediksi Skor Rayo Vallecano vs Alaves: Momentum Tuan Rumah Bangkit!
Respons Tantangan Wagub Kalbar, Gubernur Jabar KDM: Mohon Maaf, Tak Maksud Membandingkan
Ruben Onsu Ditetapkan Tersangka Kasus Penipuan dan Penggelapan, Dipanggil Minggu Depan
Prediksi Skor Marseille vs Strasbourg: Rekor 15 Laga Jadi Modal Les Phoceens
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor Thailand vs Vietnam Leg 1 Final Piala AFF 2026: Gajah Perang Terlalu Perkasa di Rajama
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
