
Susy Susanti menyoroti minimnya prestasi tunggal putri Indonesia. Menurutnya, dukungan orang tua menjadi salah satu faktor penting dalam regenerasi. ANTARA/Nadia Putri Rahmani
“Kalau putri itu selalu satu ya. Mungkin setelah saya waktu itu kan ada Mia (Audina). Setelah Mia mungkin habis itu ada Firda (Adriyanti Firdasari), setelahnya ada Maria Kristin. Jadi hanya satu-satu yang muncul,’’ ujarnya.
Apa problemnya?
“Mungkin karena Indonesia ini lebih timur ya. Secara tradisi mungkin untuk putri itu, untuk ke olahraga itu agak sedikit kurang dukungan dari orang tua,” jelasnya.
Selain itu, dia menilai juga ada pilihan di tengah jalan yang berubah bagi atlet putri.
“Mungkin pada waktu di awal banyak yang ikut, tapi setelah SMP, SMA, mereka mulai memikirkan untuk ke depannya. Karena kalau perempuan tuh kayaknya untuk menjadi juara bukan hanya teknik saja. Tapi fokus harus lebih kuat, lebih tahan, lebih semuanya,” ucapnya.
Susy menuturkan, di putri bukannya tidak ada yang memiliki karakter seperti itu. Tetapi, jika dibandingkan dengan sektor putra, terlebih di ganda putra yang tidak pernah kelurangan stok pemain, tunggal putri masih minim.
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Doktif Bongkar Transfer Rp 9 Juta Richard Lee, Disebut untuk Jasa Prostitusi
Perilaku Menantu Tak Cerminkan Orang Kerajaan, Sultan Brunei Cabut Gelar Istri Pangeran Abdul Malik
Sakit Hati, Alasan Eks Karyawan Bongkar Aib Richard Lee Suka 'Jajan Cewek'
Doktif Sebut Richard Lee Transfer Uang ke Mucikari, Klaim Gunakan Anak di Bawah Umur
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Richard Lee Bela Perempuan di Podcast, Eks Karyawan: Dia Penjahat Wanita
Profil Penang FC: Ujian Persebaya Jelang Super League, Ada Misi Khusus Bernardo Tavares
Profil Lengkap Destry Damayanti, Calon Tunggal Gubernur BI
Finis P9 Moto3 Inggris 2026, Veda Ega Pratama Bongkar Kesalahan di Silverstone
Tumplek Blek! Ribuan Massa Padati Jalan Gubernur Surabaya untuk Ikuti Aksi Tolak LGBTQ
