
Lifter Indonesia Eko Yuli Irawan menunjukkan kualitasnya. Tampil di kelas baru 65 kg di Kejuaraan Dunia 2025.
JawaPos.com - Lifter senior Indonesia Eko Yuli Irawan diproyeksikan menjalani Asian Games keenam dalam karirnya setelah masuk dalam tim angkat besi yang disiapkan menuju Aichi-Nagoya 2026 di Jepang, 19 September-4 Oktober, dikutip dari ANTARA.
Berdasarkan daftar atlet yang terkonfirmasi ANTARA di Jakarta, Minggu, Eko yang kini berusia 37 tahun disiapkan turun pada kelas 65kg putra, dua dekade setelah pertama kali tampil pada pesta olahraga terbesar Asia tersebut di Doha, Qatar, pada 2006.
Pada penampilan perdananya di Doha, Eko yang ketika itu berusia 17 tahun turun pada kelas 56kg dan menempati peringkat keenam dengan total angkatan 271kg (121kg snatch, 150kg clean and jerk).
Empat tahun berselang, Eko meraih medali Asian Games pertamanya setelah merebut perunggu kelas 62kg di Guangzhou 2010 dengan membukukan 311kg (141kg snacth, 170kg clean and jerk).
Dia kembali membawa pulang perunggu dari kelas yang sama pada Incheon 2014 dengan 308kg (142kg snatch, 166kg clean and jerk), sebelum mencapai prestasi tertinggi dengan merebut medali emas di depan publik sendiri pada Asian Games Jakarta-Palembang 2018.
Kala itu, Eko menjadi yang terbaik dengan total angkatan 311kg (141kg snatch, 170kg clean and jerk).
Catatan selalu membawa pulang medali sejak Guangzhou tersebut kemudian terhenti pada Asian Games Hangzhou 2022 yang berlangsung pada 2023.
Tampil pada kelas 67kg, Eko hanya mencatatkan angkatan snatch 145kg dan gagal dalam tiga kesempatan clean and jerk sehingga tidak membukukan total angkatan.
Dengan demikian, Aichi-Nagoya akan menjadi kesempatan bagi Eko untuk kembali ke podium sekaligus memburu medali Asian Games keempat sepanjang karirnya.
Eko menjadi salah satu dari empat lifter putra yang disiapkan Indonesia menuju Asian Games 2026. Selain dia, terdapat Ricko Saputra pada kelas 60kg, Rahmat Erwin Abdullah (75kg), dan Rizki Juniansyah (85kg).
Sementara pada sektor putri, Indonesia menyiapkan Luluk Diana Tri Wijayana pada kelas 49kg, Juliana Klarisa (53kg), Natasya Beteyob (61kg), dan Indah Afriza (69kg).
Jika tampil di Aichi-Nagoya, perjalanan Asian Games Eko akan membentang selama dua dekade, mulai Doha 2006, Guangzhou 2010, Incheon 2014, Jakarta-Palembang 2018, Hangzhou 2022, hingga Aichi-Nagoya 2026.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Armenia vs Latvia di Liga Nations UEFA: Sarkanbaltsarkanie Paksa Tuan Rumah Imbang
Prediksi Skor Montenegro vs Siprus di Liga Nations UEFA: Duel Sengit Rawan Imbang di Pod Goricom
Prediksi Skor Polandia vs Bosnia-Herzegovina di Liga Nations UEFA: Zmajevi Siap Kejutkan Tuan Rumah
Guruh Soekarnoputra Meninggal, Ini Daftar Anak Soekarno yang Masih Hidup dan Sudah Tiada
Guruh Soekarnoputra dalam Kondisi Kritis, Dirawat Intensif di RS Siloam Semanggi
Bikin Geger Lagi, 244 Siswa Hingga Guru di Batang Tumbang Usai Santap MBG
Prediksi Skor Georgia vs Irlandia Utara di Liga Nations UEFA: Jvarosnebi Pesta Gol di Kandang
Prediksi Skor Slovakia vs Moldova di Liga Nations UEFA: Sokoli Borong Gol di Futbal Tatran Aréna
Prediksi Skor Bangladesh vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026: Harimau Malaya Curi Kemenangan
Prediksi Skor Albania vs Belarus di Liga Nations UEFA: Kuq e Zinjtë Menang Tipis Hadapi Tim Tamu

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022