
Jakarta International Tennis Academy (JITA) kembali menggelar babak final J60 Jakarta. (Istimewa)
JawaPos.com - Jakarta International Tennis Academy (JITA) kembali menggelar babak final J60 Jakarta – ITF World Tennis Tour Juniors 2026 di Lapangan Tenis Hotel Borobudur Jakarta pada Minggu (12/7).
Turnamen internasional yang berlangsung pada 5–12 Juli 2026 ini menjadi ajang pembinaan sekaligus kompetisi bagi petenis junior dunia untuk memperebutkan poin peringkat International Tennis Federation (ITF). Setelah J60 berakhir, rangkaian kompetisi akan berlanjut dengan J30 Jakarta yang diselenggarakan pada 12–19 Juli 2026 di lokasi yang sama.
Pada partai final tunggal putra, unggulan pertama asal Indonesia Rafalentino Ali Da Costa berhasil menundukkan wakil Korea Selatan Oh Dongyun 3-6, 7-6 (8), 7-6 (6). Sementara di final tunggal putri mempertemukan unggulan ketiga asal Tiongkok Xiao Siyun melawan unggulan kedelapan Indonesia Gwen Emily Kurniawan 6-0, 6-4.
Rafalentino menuturkan, di set pertama lawan bermain cukup baik dan dia pebih banyak mati sendiri. Namun, di set kedua dan ketiga bisa berjuang lebih keras untuk membalikkan keadaan. Khsusunya di set ketiga sempat tertinggal 4-6.
“Cuma mikir tidak mau kalah dan bikin semua bola masuk hingga menang 10-8,” ucap dia.
Di set ketiga tak kalah lika liku. Sempat unggul 5-2 sempat down hingga tertinggal 5-6. “Saat 5-6 saya meiliki return yang bagus dan coba seperti set kedua aja jangan kalah dan akhirnya menang,” imbuh dia tersenyum.
Diainggung terkait menjadi unggulan pertama apakah menjadi ebban, dia mengaku tak demikian dan bermain nothing to lose dan fokus dari pertandingan pertama hingga final. Dia berharap dari event ini bisa menambah kepercayaan diri hingga tembus ke top 100. “Sekarang di 198,” tutur dia.
Menurut dia, event ini penting karena banyak pemain luar yang memguat pemain Indonesia lain bisa menambah jam terbang dan pengalaman bertanding. “Jadi mainnya bisa lebih bagus,” sebut dia.
Sementara Xiao Siyun mengaju di set pertama bermain baik dan bisa mengeksekusi bola dengan benar. Hanya saja, di set kedua, dengan cuaca yang kebih panas sempat membuat fokunya menurun dan mampu dimanfaatkan opponent. “Itu membuatku cukup tertekan, tapi syukurnya bisa menyelesaikan dengan baik,” terang yang didampingi sang pelatih.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Kecelakaan Maut! BYD M6 Diduga Error hingga Tak Bisa Direm dan Tabrak Trotoar di Jakbar
Prediksi Skor Espanyol vs Sevilla di Liga Spanyol: Kans Los Nervionenses Curi Poin di RCDE Stadium
Kronologi Kecelakaan Maut BYD M6 di Kembangan Jakbar, Ibu dan Anak Meninggal di TKP
Prediksi Skor Marseille vs Paris FC di Liga Prancis: Kans Les Phocéens Pesta Gol di Stade Velodrome
Prediksi Skor Cagliari vs Lecce di Liga Italia: Duel Ketat di Sardinia Bisa Berakhir Imbang
Prediksi Skor Bournemouth vs Lincoln City di Carabao Cup: The Cherries Menang Lewat Adu Penalti
Kasus Keracunan MBG Berastagi Sisakan Masalah Serius, Siswa Alami Gangguan Saraf hingga Jantung
Viral Pernyataan Pribadi Deputi Bakom soal Antek Asing di Balik Erupsi 6 Gunung Api di Indonesia
Prediksi Skor AEK Athens vs LASK Linz di Liga Champions: Tuan Rumah Pesta Gol!
Raditya Dika Gagal Pulang ke Indonesia, Pesawat dari Doha Putar Balik Usai 4 Jam di Udara
