Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 8 Juli 2026 | 04.45 WIB

ERP Indonesia Implementasikan BZone di Mattel Indonesia, Perkuat Digitalisasi Kawasan Berikat

BZone platform Bonded Zone IT Inventory yang andal dan terintegrasi merupakan solusi dari PT ERP Indonesia bagi perusahaan manufaktur di Kawasan Berikat (Kaber), Gudang Berikat, KITE, dan KEK. Melalui otomatisasi pelaporan, integrasi data dengan CEISA 4.0, serta pengelolaan inventory secara real time, sistem ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi operasional sekaligus memperkuat kepatuhan terhadap regulasi kawasan berikat di tengah semakin kompleksnya rantai pasok global. (Dok. IST) - Image

BZone platform Bonded Zone IT Inventory yang andal dan terintegrasi merupakan solusi dari PT ERP Indonesia bagi perusahaan manufaktur di Kawasan Berikat (Kaber), Gudang Berikat, KITE, dan KEK. Melalui otomatisasi pelaporan, integrasi data dengan CEISA 4.0, serta pengelolaan inventory secara real time, sistem ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi operasional sekaligus memperkuat kepatuhan terhadap regulasi kawasan berikat di tengah semakin kompleksnya rantai pasok global. (Dok. IST)

JawaPos.com – PT Eka Reka Palakerti Indonesia (ERP Indonesia) mengimplementasikan platform Bonded Zone IT Inventory (BZone) di PT Mattel Indonesia sebagai bagian dari upaya memperkuat digitalisasi operasional kawasan berikat. Implementasi ini bertujuan meningkatkan efektivitas operasional, mengoptimalkan pengelolaan logistik dan inventori, sekaligus memperkuat akurasi data serta kepatuhan perusahaan terhadap regulasi kepabeanan.

Melalui BZone, Mattel Indonesia dapat mengelola operasional kawasan berikat, logistik, dan inventori dalam satu platform terintegrasi. Sistem ini mendukung otomatisasi pelaporan kepabeanan, pemantauan inventori secara real time, percepatan proses bisnis, serta memastikan kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku. BZone juga telah terintegrasi dengan sistem CEISA 4.0 Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.

BZone merupakan platform Bonded Zone IT Inventory yang dikembangkan untuk perusahaan penerima fasilitas Kawasan Berikat (Kaber), Kemudahan Impor Tujuan Ekspor (KITE), dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). Dibangun di atas sistem Enterprise Resource Planning (ERP), platform ini mengintegrasikan pengelolaan inventori, proses manufaktur, logistik, hingga pelaporan kepabeanan dalam satu sistem terpadu.

Chief Executive Officer (CEO) PT Eka Reka Palakerti Indonesia, Anang Ind Pratama, mengatakan kebutuhan industri manufaktur saat ini tidak lagi sebatas digitalisasi proses, melainkan juga integrasi antara operasional dan kepatuhan terhadap regulasi.

"Perusahaan manufaktur, khususnya yang beroperasi di kawasan berikat, membutuhkan sistem yang tidak hanya mampu memenuhi kewajiban regulasi, tetapi juga mengintegrasikan proses operasional secara menyeluruh. BZone kami kembangkan untuk menjawab kebutuhan tersebut melalui otomatisasi proses dan integrasi dengan sistem pemerintah sehingga perusahaan dapat meningkatkan efisiensi sekaligus menjaga kepatuhan," ujarnya.

Menurut Anang, tantangan yang dihadapi Mattel Indonesia juga dialami banyak perusahaan manufaktur yang memanfaatkan fasilitas kawasan berikat. Perubahan sistem pengawasan kepabeanan yang semakin terdigitalisasi membuat perusahaan membutuhkan platform yang mampu mengintegrasikan proses operasional dengan pelaporan kepabeanan secara real time.

"Transformasi digital di sektor manufaktur juga didorong oleh perubahan regulasi. Bagi perusahaan manufaktur berorientasi ekspor, kepatuhan bukan lagi sekadar memenuhi kewajiban, tetapi menjadi fondasi kelangsungan bisnis. Ketidaksesuaian data maupun pelaporan dapat menghambat proses logistik, memperlambat arus barang, hingga memengaruhi kelancaran operasional perusahaan. Implementasi BZone di Mattel Indonesia menunjukkan bahwa solusi teknologi yang dikembangkan di Indonesia mampu memenuhi standar operasional dan kepatuhan yang dibutuhkan perusahaan manufaktur global," tambahnya.

Chief Commercial Officer (CCO) PT Eka Reka Palakerti Indonesia, Contardo Satria Gondokusumo, mengatakan implementasi BZone di Mattel Indonesia menjadi tonggak penting dalam perluasan portofolio ERP Indonesia di sektor manufaktur berorientasi ekspor.

Menurutnya, setelah lebih dari delapan tahun mendukung transformasi digital berbagai perusahaan manufaktur di Indonesia, kerja sama dengan Mattel Indonesia menunjukkan semakin luasnya penerapan BZone pada perusahaan dengan kebutuhan operasional yang kompleks dan standar kepatuhan yang tinggi.

"Sistem IT Inventory BZone dirancang fleksibel sehingga mampu beradaptasi dengan perkembangan regulasi di masa mendatang. Pengalaman kami mengimplementasikan BZone di berbagai perusahaan manufaktur berskala besar, didukung pengembangan sistem secara berkelanjutan serta layanan purna jual, menjadi faktor penting untuk memastikan sistem berjalan optimal dan sesuai kebutuhan setiap klien, termasuk Mattel Indonesia," jelas Contardo.

Implementasi di Mattel Indonesia memiliki tingkat kompleksitas yang tinggi mengingat besarnya volume transaksi serta kebutuhan integrasi proses logistik dan ekspor-impor tanpa mengganggu kelancaran operasional. Oleh karena itu, pengembangan BZone dilakukan secara bertahap agar mampu mendukung integrasi proses bisnis di departemen logistik dan ekspor-impor sekaligus memastikan seluruh transaksi terdokumentasi secara akurat.

Transformasi digital kini menjadi kebutuhan strategis bagi industri manufaktur berorientasi ekspor. Meningkatnya kompleksitas rantai pasok global serta digitalisasi pengawasan kepabeanan mendorong perusahaan untuk memiliki sistem yang mampu mencatat arus barang secara akurat sekaligus menghasilkan pelaporan yang transparan dan sesuai regulasi.

Editor: Hendra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore