
Susy Susanti menerima tongkat estafet kepemimpinan PB Jaya Raya dari Rudy Hartono dalam perayaan HUT ke-50 klub di Jakarta, menandai dimulainya era baru pembinaan bulu tangkis Indonesia. (Dok. PB Jaya Raya)
JawaPos.com - Sebelum memastikan nama Susy Susanti sebagai Ketua PB Jaya Raya, ada dua nama lain yang juga menjadi pertimbangan. Yakni, Greysia Polii dan Hendra Setiawan.
Eks Ketua Harian PB Jaya Raya Imelda Wiguna menceritakan soal kriteria dalam memilih ketua. “Nyarinya susah. Jadi sebetulnya sudah lima tahunan ini nih kami lagi nyari-nyari (penerus),” paparnya kepada Jawa Pos.
Imelda mengaku kesulitan lantaran kesibukan yang dimiliki masing-masing legenda. Dia menyebut awalnya Susy tidak bisa karena aktivitasnya yang padat. Hal itu juga terjadi pada Greysia dan Hendra.
Sebagaimana diketahui, Susy aktif menjalankan bisnis peralatan olahraga bernama Astec (Alan Susi Technology) yang ditekuninya bersama sang suami, Alan Budikusuma, dan juga unit bisnis lainnya. Terakhir membangun Asna Academy di kawasan Bekasi.
Sedangkan Greysia sibuk mengelola bisnis fesyen dan sepatu Fine Counsel, menjadi Komisi Atlet BWF, hingga Komite Eksekutif Komite Olimpiade Indonesia (KOI).
Pun demikian Hendra yang menjadi pelatih untuk pemain professional Sabar Karyaman Gutama/M Reza Pahlevi Isfahani, mengelola bisnis lapangan Daddies Arena bersama M Ahsan, hingga berkolaborasi produk bertajuk "Gold Medal" bersama Greysia melalui Victor Concept Store Jakarta.
Menurut Imelda, ketiga nama itu yang paling masuk secara kriteria. Ketiganya memiliki kesamaan. Yakni, sama-sama pernah meraih medali emas Olimpiade. “Tiga orang ini memenuhi kriteria untuk bisa di Jaya Raya (jadi Ketua) lah. Karena attitude-nya baik, itu bagus, ketika jadi atlet. Jadi sehari-harinya juga memenuhi kriteria sih dan link nya juga luas, apa segala macam, udah pas. Cuma pada sibuk,” katanya.
Imelda lega karena akhirnya bisa membujuk Susy untuk menjadi pimpinan. Imelda berharap di kepemimpinan Susy bisa lebih rapi secara organisasi.
Dia bercerita pada saat ditunjuk untuk jadi Ketua Harian Jaya Raya di 2014 yang masih banyak kekurangan.
“Nggak ada kantor, jadi berusaha untuk menerima semuanya, membentuk satelit juga terus berangsur-angsur. Kini, makin lama makin oke. Jadi sekarang ini kita punya kantor. Terus kemudian ada admin juga. Semuanya sudah tercatat. Sudah rapi lah gitu ceritanya. Tinggal jalanin aja. Tapi yang kedepannya memang harus lebih lagi kayaknya kedisiplinan sih,” tuturnya.

Sudah Terima Kompensasi Rp 5 Juta, Pengontrak di Surabaya Diberi Waktu 1 Bulan untuk Pindah
Prediksi Skor Prancis vs Maroko di Perempat Final Piala Dunia 2026: Deja Vu atau Pembuktian Singa Atlas
Prediksi Bursa Taruhan Prancis vs Maroko di Piala Dunia 2026: Singa Atlas Bisa Paksa Les Blues Main Lebih dari 90 Menit
Prediksi Skor Portugal vs Spanyol: Pasar Taruhan Dunia Jagokan La Furia Roja, Ronaldo Siap Balas Rekor Buruk
Prediksi Skor Argentina vs Mesir di Piala Dunia 2026: Lionel Messi vs Mohamed Salah, Albiceleste Diunggulkan ke Perempat Final
Dijanjikan Gaji Rp 1,4 Juta Hanya Cair Rp 76 Ribu, Kopdes Merah Putih di Bojonegoro Pilih Tutup
Prediksi Swiss vs Kolombia di 16 Besar Piala Dunia 2026: Sesumbar De Nati Andalkan Manzambi
Prediksi Bursa Taruhan Spanyol vs Belgia di Piala Dunia 2026: La Roja Dijagokan Melaju ke Semifinal
Prediksi Skor Amerika Serikat vs Belgia: Bursa Taruhan Dunia Ramalkan Imbang, Red Devils Unggul Head to Head
Prediksi Skor Argentina vs Mesir di 16 Besar Piala Dunia 2026: Panggung Terakhir Lionel Messi atau Mohamed Salah
