Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 8 Juni 2026 | 02.58 WIB

Timba Ilmu di Indonesia jadi Bekal Victor Lai Sebelum Pupuskan Asa Publik Istora

Victor Lai menjuarai Indonesia Open 2026 usai menundukkan Jonatan Christie. (Dery Ridwansah/JawaPos.com) - Image

Victor Lai menjuarai Indonesia Open 2026 usai menundukkan Jonatan Christie. (Dery Ridwansah/JawaPos.com)

JawaPos.com - Victor Lai datang ke Istora Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, sebagai pemain Kanada. Namun, sebagian perjalanan bulu tangkisnya ternyata tidak jauh dari Indonesia.

Sebelum mengejutkan Istora Senayan dengan menjadi pemain yang memupus harapan Jonatan Christie di final BWF World Tour Super 1000 Polytron Indonesia Open 2026, Victor rupanya pernah menimba ilmu di Tanah Air. Ia datang pada 2016 untuk berlatih bersama Jeffer Rosobin, salah satu mantan tunggal putra Merah Putih.

"Pada 2016, saya datang ke Indonesia untuk berlatih bersama Coach Jeffer. Jadi saya memang punya kedekatan dengan Indonesia," kata Victor seusai pertandingan.

Victor menundukkan Jonatan 21-19 dan 21-8 di Istora Gelora Bung Karno, Minggu (6/6). Hasil itu membuatnya meraih gelar BWF World Tour Super 1000 pertama dalam kariernya sekaligus menjadi pemain Kanada pertama yang menjuarai Indonesia Open.

Kemenangan tersebut terasa ironis bagi publik tuan rumah. Di satu sisi, Indonesia kembali gagal melihat wakil tunggal putra berdiri di podium tertinggi. Di sisi lain, pemain yang menghentikan harapan itu justru pernah belajar dari Indonesia.

Victor mengatakan, klub tempatnya berlatih di Kanada juga memiliki pelatih-pelatih asal Indonesia. Dari para pelatih itulah ia banyak mendapat pengaruh dalam membangun permainannya.

"Banyak pelatih saya sebelumnya, bahkan sampai sekarang, berasal dari Indonesia. Saya sangat beruntung dibantu oleh para pelatih dari salah satu negara terbaik dalam olahraga ini," ujar pemain kelahiran 19 Desember 2024 itu.

Sebagai orang Kanada di mana bulu tangkis bukanlah olahraga yang populer, Victor tumbuh dengan menyaksikan pemain-pemain besar dunia. Nama Taufik Hidayat, Lee Chong Wei, Lin Dan, Kento Momota, Viktor Axelsen, Jonatan Christie, hingga Anthony Sinisuka Ginting menjadi bagian dari tontonan yang membentuk kecintaannya terhadap bulu tangkis.

Salah satu momen Jonatan bahkan masih melekat dalam ingatannya. Seorang pelatih pernah menunjukkan pertandingan Jonatan saat membalikkan keadaan melawan Viktor Axelsen pada French Open 2019. Dari situ, Victor mengaku mendapat inspirasi.

"Saya sangat ingat salah satu pelatih saya menunjukkan kepada saya momen saat Jojo membalikkan keadaan melawan Viktor Axelsen. Itu sangat menginspirasi saya," ujarnya.

Beberapa tahun kemudian, pemain yang dulu ia tonton itu berdiri di seberang net. Bedanya, kali ini Victor bukan lagi penonton. Ia datang sebagai lawan di partai final Polytron Indonesia Open 2026.

Jonatan mendapat dukungan penuh dari publik Istora. Setiap poin yang diraih wakil tuan rumah disambut suara bergemuruh. Namun Victor mampu bertahan dalam tekanan itu.

Bising

Menurut Victor, tantangan terbesar dalam final bukan hanya menghadapi permainan Jonatan, tetapi juga mengatasi suara penonton yang begitu bising.

"Suaranya sangat bising. Setiap kali dia mendapat poin, rasanya saya bahkan tidak bisa mendengar suara saya sendiri. Namun hal paling penting adalah tetap fokus, mengabaikan kebisingan tersebut, dan percaya bahwa saya bisa menang," kata Victor.

Editor: Banu Adikara
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore