
Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri. (PBSI)
JawaPos.com - Ganda putra Indonesia Fajar Alfian menyebut kekalahan dari pasangan China Chen Bo Yang/Liu Yi pada babak pertama BWF World Tour Super 1000 Polytron Indonesia Open 2026 sebagai penampilan terburuk sejak dirinya berpasangan dengan Muhammad Shohibul Fikri.
Fajar/Fikri langsung terhenti pada babak pertama setelah takluk dua gim langsung 13-21, 14-21 dari Chen Bo Yang/Liu Yi di Istora Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Rabu.
“Mohon maaf kami belum bisa maju ke babak berikutnya. Hari ini mungkin bisa dibilang penampilan paling buruk sejak saya pasangan sama Fikri,” kata Fajar usai pertandingan.
Baca Juga:Tiwi/Fadia Jaga Asa Naik Kelas Setelah Tumbangkan Ganda Tangguh Korea di Indonesia Open 2026.
Fajar mengakui Chen/Liu tampil lebih siap dan mampu meredam pola serangan mereka. Menurut dia, pasangan China itu memiliki pertahanan rapat serta transisi balik menyerang yang membuat Fajar/Fikri kesulitan mengembangkan permainan.
“Lawan bermain sangat siap, sangat baik. Mereka bermain defense, balik serang. Mereka mempunyai defense yang sangat rapat dan serangan kami juga tidak bisa menembus mereka,” ujar Fajar.
Kondisi itu membuat Fajar/Fikri berusaha mempercepat penyelesaian reli. Namun, upaya tersebut justru menjadi bumerang karena mereka banyak melakukan kesalahan sendiri.
“Kami ingin cepat-cepat mematikan, malah jadi bumerang buat kami sendiri. Banyak melakukan kesalahan sendiri,” kata Fajar.
Fajar mengungkapkan kekalahan tersebut bukan semata karena faktor tampil dalam dua turnamen beruntun setelah sebelumnya mencapai final Super 750 Singapore Open 2026. Menurut dia, bermain secara beruntun sudah menjadi bagian dari tantangan pemain profesional.
“Kalau efek back to back turnamen itu sudah biasa, tergantung pemainnya bisa jaga kondisi atau tidak,” ujar Fajar.
Baca Juga:Hasil Indonesia Open 2026: Rachel/Febi Menangi Perang Saudara, Leo/Daniel Dibungkam Wakil Taiwan
Ia mengatakan tim pelatih sebenarnya sudah memberikan beberapa opsi perubahan strategi saat pertandingan berjalan. Fajar/Fikri juga sempat mencoba bermain lebih bertahan untuk keluar dari tekanan lawan.
Namun, strategi tersebut tidak berjalan maksimal karena bukan pola utama permainan mereka.
Sementara Chen/Liu tetap mampu menjaga tekanan dan tampil solid sepanjang pertandingan.

Bocor! 3 Alasan Krusial Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Nomor Dua Jadi Kunci Utama
Viral Penonton Konser F4 di Jakarta Kena Campak Sebelumnya, Kemenkes Lakukan Pengecekan
Soal Kabar Kepala BGN Dadan Hindayana Ditangkap, Dasco: Serahkan ke Aparat Hukum
Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Kunker Luar Negeri Presiden Dikritik, Teddy Singgung Dino Patti Djalal yang hanya 3 Bulan jadi Wamenlu
Kejagung Konfirmasi Penggeledahan Kantor BGN Usai Pencopotan Dadan Hindayana
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Wariskan 39 Gol yang Sulit Dilupakan
Profil Sony Sanjaya, Eks Jenderal Polri yang Dicopot Sebagai Wakil Kepala BGN, Sempat Diterpa Isu OTT
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
