
Tungga Putra Indonesia Jonatan Christie bertandingan menghadapi wakil Kanada, Viktor Lai pada Final Indonesia Open di Istora Senayan, Jakarta, Minggu (7/6/2026). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)
JawaPos.com – Harapan publik Indonesia untuk melihat wakil mereka mengakhiri puasa gelar di Indonesia Open 2026 kandas. Jonatan Christie yang tampil pada partai final tunggal putra gagal mengakhiri puasa gelar sektor tunggal setelah dikalahkan wakil Kanada, Victor Lai di Istora Senayan, Jakarta, kemarin (7/6).
Bermain di hadapan ribuan pendukung sendiri, Jonatan menyerah dalam dua gim langsung dengan skor 19-21, 8-21. Kekalahan tersebut membuat penantian Indonesia untuk memiliki juara tunggal putra Indonesia Open sejak 2012 kembali berlanjut.
Padahal, sebelum turnamen ini dimulai, Jojo—sapaan Jonatan—membawa harapan besar untuk mengikuti jejak Simon Santoso yang menjadi tunggal putra Indonesia terakhir yang menjuarai Indonesia Open 14 tahun lalu.
Nasib serupa dialami ganda putra Raymond Indra/Nikolaus Joaquin. Mereka gagal mengakhiri paceklik gelar ganda putra, yang terakhir diraih Marcus Gideon/Kevin Sanjaya pada 2021. Mereka takluk dari pasangan Malaysia Goh Sze Fei/Nur Izzuddin lewat pertarungan tiga gim dengan skor 21-13, 18-21, dan 10-21.
“Maaf, kembali saya belum bisa memberikan hasil yang paling maksimal. Yaitu berupa emas. Tapi ya ini yang bisa saya lakukan, ini yang bisa saya perbuat,” ujar Jonatan.
Pada gim kedua, Jonatan sempat menerima kartu kuning karena dianggap memperlambat permainan. Meski demikian, ia menegaskan insiden tersebut tidak berpengaruh terhadap hasil akhir pertandingan.
“Nggak sih, nggak ada pengaruh dengan kartu kuning. Ya memang saya merasa pressure dari awal main, ketegangannya juga cukup terasa besar. Dan ya saya rasa, saya nggak bisa meng-handle hal-hal tersebut di dalam lapangan,” ungkapnya.
Jojo mengakui tekanan tampil di final Indonesia Open di hadapan pendukung sendiri menjadi salah satu faktor yang memengaruhi performanya. Sebaliknya, Victor Lai dinilai mampu mengelola situasi pertandingan dengan lebih baik.
Menurut Jojo, lawannya tampil lebih tenang dan sabar dalam menjalankan strategi sepanjang pertandingan. Hal itulah yang menjadi pembeda utama di final kali ini.
“Victor hari ini (kemarin) bermain jauh lebih tenang. Dia bermain jauh lebih sabar. Mungkin dari pengendalian dirinya, dia jauh lebih bisa membuat strategi yang ingin dijalankan. Mungkin itu saja sih perbedaannya,” katanya.
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Prediksi Malaysia vs Filipina: Menang atau Harus Berharap Thailand di Piala AFF 2026
Prediksi Thailand vs Myanmar di Piala AFF 2026: Gajah Perang Berpeluang Lolos sebagai Juara Grup
Prediksi Skor Singapura vs Timnas Indonesia di Piala AFF 2026: Misi John Herdman Demi Semifinal!
Daftar Skuad Chelsea dan AC Milan di Indonesia: Luka Modric, Rafael Leao, hingga Cole Palmer
Jafar dan Adnan Diduga Terlibat Match Fixing, PBSI Langsung Ubah Komposisi Ganda Campuran
Jadwal Siaran Langsung dan Link Live Streaming Chelsea vs AC Milan, Tayang di Mana?
Kejagung Periksa Febrie Adriansyah: Kenakan Rompi Pink dan Tangan Terborgol
Presiden Persebaya Surabaya Angkat Bicara Usai Juara, Azrul Ananda: Menuju Bintang Melalui Kesulitan
Profil Kiper Persebaya Reza Arya Pratama, Tepis 2 Penalti Persib di Final Piala Presiden 2026
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
