Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 16 Mei 2026 | 01.14 WIB

Tren Padel Merambah Aksi Sosial, Turnamen di Jakarta Galang Dukungan untuk Keluarga Pasien Anak

Ilustrasi olahraga Padel. (Magnific/freepik) - Image

Ilustrasi olahraga Padel. (Magnific/freepik)

JawaPos.com - Demam olahraga padel di Indonesia tak lagi sekadar soal gaya hidup dan kompetisi. Tren olahraga raket yang tengah naik daun itu kini juga mulai dimanfaatkan sebagai ruang kolaborasi aksi sosial, salah satunya lewat turnamen Padel for Hope Vol. 2 di KALMA Social Club, Jakarta, pada 8-10 Mei 2026.

Ajang ini mempertemukan lebih dari 260 peserta dari berbagai komunitas dan latar belakang dalam kompetisi padel yang dibalut misi kemanusiaan. Seluruh dukungan yang terkumpul diarahkan untuk membantu pembangunan Rumah Singgah kelima berkapasitas 33 kamar di RS Kemenkes Surabaya serta fasilitas Ruang Tunggu Keluarga di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek, Lampung.

Olahraga padel mulai berkembang menjadi medium baru untuk membangun solidaritas sosial, terutama di kalangan urban. Popularitasnya yang terus meningkat dinilai membuat padel efektif menjadi ruang berkumpul komunitas sekaligus sarana penggalangan dukungan bagi isu sosial.

Sepanjang turnamen berlangsung, atmosfer kompetitif tetap terasa di lapangan. Namun di luar pertandingan, kegiatan ini juga menghadirkan semangat kebersamaan dan kepedulian terhadap keluarga pasien anak yang menjalani pengobatan penyakit kronis di luar kota asal mereka.

Ketua Yayasan Ronald McDonald House Charities (RMHC) Caroline Djajadiningrat mengatakan, olahraga menjadi cara efektif untuk menggerakkan partisipasi publik dalam membantu sesama.

”Padel for Hope bukan sekadar ajang olahraga, tetapi gerakan kolektif yang menyatukan masyarakat untuk menghadirkan harapan bagi keluarga pasien anak dengan penyakit kronis di Indonesia,” ujar Caroline di Jakarta.

Menurut dia, kontribusi dari peserta, komunitas, hingga sponsor memiliki peran penting dalam menghadirkan lebih banyak fasilitas Rumah Singgah dan Ruang Tunggu Keluarga bagi keluarga pasien anak di berbagai daerah. Kebutuhan fasilitas pendamping keluarga pasien masih menjadi persoalan besar di sejumlah rumah sakit rujukan nasional.

Data internal RS Kemenkes Surabaya menunjukkan sekitar 70 persen pasien anak berasal dari luar daerah seperti Banyuwangi, Jember, Madiun hingga Madura. Sebagian keluarga bahkan harus menempuh perjalanan hingga 10 jam untuk mendapatkan layanan kesehatan bagi anak mereka.

Dari jumlah tersebut, sekitar 30 persen merupakan pasien penyakit kronis. Seperti kanker, gangguan jantung, dan penyakit ginjal yang membutuhkan pengobatan jangka panjang.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore