
Marco Bezzecchi (Instagram @marcobez72)
JawaPos.com - Pebalap Aprilia Marco Bezzecchi cetak sejarah baru di ajang MotoGP setelah menjuarai tiga seri pembuka musim 2026. Catatan itu dipastikan usai kemenanganq yang diraihnya pada Grand Prix Amerika Serikat yang berlangsung di Circuit of the Americas (COTA), Austin, pada Senin (30/3).
Bezzecchi tampil impresif sejak awal hingga finis yang memperpanjang rekor kemenangannya menjadi lima balapan beruntun sejak GP Portugal musim lalu. Bezzecchi saat ini menjadi pebalap ketiga di era MotoGP sejak 2002 yang mampu meraih lima kemenangan berturut-turut, menyamai pencapaian legenda seperti Valentino Rossi dan Marc Marquez.
Selain itu, pebalap asal Italia itu juga mencatatkan 121 lap beruntun dengan berada di posisi terdepan sepanjang balapan, melampaui rekor sebelumnya milik Jorge Lorenzo yang mencatatkan 101 lap pada 2015.
Baca Juga:Prajurit TNI Tewas di Lebanon, Komisi I DPR Minta Pemerintah Evaluasi hingga Kemungkinan Penarikan
Dalam balapan di Austin, Bezzecchi memimpin finis 1-2 untuk Aprilia bersama rekan setimnya Jorge Martin. Pebalap berusia 27 tahun itu unggul 2,036 detik atas Martin, sedangkan posisi ketiga ditempati pebalap KTM Pedro Acosta dengan selisih 4,497 detik.
Bezzecchi memulai balapan dari posisi keempat setelah terkena penalti dua grid akibat menghalangi Marc Marquez saat kualifikasi. Bezzecchi sempat membuntuti Acosta di awal lomba sebelum mengambil alih pimpinan di tikungan ke-11 pada lap pertama.
Motor Bezzecchi dan Acosta sebenarnya sempat bersenggolan yang mengakibatkan bagian belakang motor RS-GP milik Bezzecchi mengalami kerusakan ringan. Meskipun demikian, Bezzecchi tetap tampil konsisten hingga akhir balapan.
Setelah merebut posisi terdepan, Bezzecchi tidak terkejar hingga garis finis. Bezzecchi bahkan sempat memperlebar jarak lebih dari satu detik dalam tujuh lap pertama dan terus menjaga keunggulan hingga akhir lap. Pencapaian itu menjadikan Bezzecchi sebagai pebalap pertama yang mampu menyapu bersih tiga balapan awal musim, setelah terakhir kali dilakukan Marc Marquez pada 2014.
Menariknya, sebelum kemenangan itu, Bezzecchi belum pernah finis lebih baik dari posisi keenam di Circuit of the Americas (COTA). Saat ini, Bezzecchi memimpin klasemen sementara dengan keunggulan lima poin atas Martin setelah tiga seri.
“Saya sangat senang karena kemarin saya melakukan kesalahan, jadi penting untuk tampil baik hari ini,” ujar Bezzecchi yang sebelumnya gagal finis di posisi kedua pada sprint race akibat terjatuh. “Suasana di Texas luar biasa. Kemarin saya sangat kecewa, tetapi tim memberi dorongan ekstra untuk bangkit hari ini. Kami harus mempertahankan performa ini,” tambah Bezzecchi dikutip dari Fox Sports.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Belgia vs Prancis di Liga Nations UEFA: Les Bleus Unggul Tipis dari Tuan Rumah
Prediksi Susunan Pemain Prancis vs Belgia: Tanpa Mbappe, Zidane Hadapi Ujian Berat
Prediksi Skor Moldova vs Kepulauan Faroe: Landsliðið Unggul Tipis dari Tuan Rumah
Gelar Pertemuan, BEM UI, SEMA UGM, dan KM ITB Sepakat Gelar Aksi Besar dalam Waktu Dekat
Prediksi Skor Georgia vs Ukraina di UEFA Nations League: Misi Berat Kvaratskhelia Cs di Kandang
Prediksi Skor Armenia vs Montenegro di Liga Nations UEFA: Hrabri Sokoli Bakal Sulitkan Tuan Rumah
Prediksi Skor Slovenia vs Makedonia Utara di Liga Nations UEFA: Fantje Kalahkan Tim Tamu
Prediksi Skor Turki vs Italia di Liga Nations UEFA: Kans Ay-Yıldızlılar Hentikan Perlawanan Azzurri
Prediksi Skor Skotlandia vs Swiss di Liga Nations UEFA: Nati Kalahkan Tuan Rumah dengan Skor Telak
Prediksi Skor Armenia vs Montenegro di UEFA Nations League: Siapa Paling Kuat?

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022