Pesenam putri Indonesia, Rifda Irfanaluthfi saat bertanding di nomor palang bertingkat perorangan putri SEA Games XXIX Kuala Lumpur di MITEC, Kuala Lumpur, Malaysia.
JawaPos.com - Kiprah tim Indonesia dalam SEA Games ternyata tak selalu mulus dalam satu dekade terakhir. Sejak 2015, skuad Merah Putih tak pernah juara umum dan pencapaian terbaiknya hanya lah duduk di tiga besar. Bahkan Indonesia pernah melorot finish di lima besar.
SEA Games 2025 di Thailand tinggal menghitung hari. Multi-event se-ASEAN itu akan dibuka secara resmi pada Selasa, 9 Desember 2025 di Stadion Rajamangala, Bangkok, Thailand.
Namun sejumlah cabang olahraga sebenarnya sudah ada yang mulai dipertandingkan. Termasuk salah satunya adalah sepak bola, yang telah bergulir sejak 3 November 2025.
Indonesia sendiri telah dipastikan mengerahkan kekuatan penuh di SEA Games 2025. Tak seperti edisi-edisi sebelumnya, pasukan Merah Putih turun dengan kontingen besar sebanyak 996 atlet, nyaris seribu partisipan.
Dengan komposisi kontingen sebanyak itu, pemerintah mematok target kepada tim Indonesia untuk mampu setidaknya meraih sedikitnya 80 emas. Tujuannya agar Indonesia dapat mempertahankan posisi tiga besar.
Pemberian target medali dan peringkat ini cukup mencuri perhatian karena ternyata dalam sepuluh tahun terakhir, tim Indonesia tak selalu bisa memenuhi target yang ditetapkan oleh pemerintah, dalam hal ini Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI.
Bicara soal pencapaian target medali, ada baiknya kita menengok ke beberapa SEA Games terdahulu, tepatnya pada 1 dekade lalu.
Pada SEA Games 2015 di Singapura misalnya, terdapat perbedaan yang sangat mencolok perihal target yang ditetapkan pemerintah dengan hasil yang diraih oleh tim Indonesia.
Kala itu, Kemenpora RI menetapkan target yang sangat fantastis sebelum penyelenggaraan. Yakni meraih 72-79 medali emas dan tim Indonesia diyakini dapat mencapai peringkat kedua dengan perhitungan tersebut.
Djoko Pekik, Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Kemenpora RI saat itu, menyatakan bahwa target tinggi itu diberikan setelah perhitungan pemerintah dalam melihat kiprah para atlet Indonesia di ajang internasional.
Tapi nyatanya target tersebut tak mampu dicapai. Malah meleset sangat jauh karena Tim Indonesia hanya mampu mendapatkan 47 emas, 61 perak, dan 74 perunggu. Posisi skuad Merah Putih pun hanya di urutan lima.
Keberadaan posisi lima dalam klasemen akhir SEA Games 2015 ini turun satu tingkat dari edisi sebelumnya di Naypyitaw, Myanmar yang menempati urutan empat dengan 65 emas, 84 perak, dan 111 perunggu. Capaian itu pun jadi yang terburuk yang diraih tim Indonesia sejak 2005.
Kemudian pada 2017 di Kuala Lumpur, Malaysia, kiprah tim Indonesia belum juga cemerlang. Skuad Merah Putih kembali gagal memenuhi target yang diapungkan Kemenpora dan Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas (Satlak Prima).
Pemerintah saat itu menargetkan tim Indonesia sedikitnya mendapatkan 55 medali emas, delapan emas lebih banyak dari hasil edisi 2015. Peringkat Merah Putih pun diharapkan dapat naik satu tingkat ke urutan empat.

Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Media Jerman Pusing Lihat Ngerinya Performa Veda Ega Pratama di Sesi Practice Moto3 Hungaria 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Eksklusif! Perjuangan Nyo Daftar Player Escort Sejak 2024, Menangis Haru Dipeluk Nathan Tjoe-A-On di Timnas Indonesia
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
