Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 5 Oktober 2025 | 19.06 WIB

Sabet Perunggu di Kejuaraan Dunia Angkat Besi 2025, Eko Yuli Buktikan Diri Belum Habis!

Lifter Indonesia Eko Yuli Irawan melakukan angkatan snatch dalam kelas 61 kg putra Olimpiade Paris 2024 di South Paris Arena, Paris, Prancis, Rabu (7/8/2024). (ANTARA)

 

JawaPos.com - Lifter Eko Yuli Irawan kembali menunjukkan tajinya dengan menyabet medali perunggu dalam Kejuaraan Dunia Angkat Besi 2025. Torehan ini jadi bukti bahwa lifter gaek kebanggaan Indonesia itu belum habis meski usianya sudah menginjak 36 tahun.

Eko Yuli mengunci satu medali perunggu Kejuaraan Dunia Angkat Besi 2025 pada kategori snatch di kelas 65 kilogram putra. Dia mampu mengangkat beban seberat 137 kilogram di Forde, Norwegia, Minggu (4/10) dini hari WIB.

Angkatan snatch terbaik Eko Yuli dalam ajang itu didapatkan pada percobaan ketiga. Menariknya, angka dan beban itu lebih besar ketimbang dua percobaan sebelumnya, 135 dan 136 kilogram, di mana dia gagal mengangkatnya.

Sayang Eko Yuli gagal mendapatkan medali di dua kategori lain, yakni clean & jerk dan total angkatan. Sebab, beban yang diangkatnya tak mampu bersaing dengan para lifter top dunia lain.

Pada clean & jerk, Eko Yuli hanya mampu mengangkat beban 163 kilogram pada percobaan pertama. Dia sebenarnya coba meningkatkannya jadi 166 dan 167 kilogram di dua percobaan berikutnya.

Tapi, upayanya gagal dan dia harus puas duduk di peringkat sembilan kategori clean & jerk. Sehingga dalam peringkat total angkatan, Eko Yuli menempati posisi ketujuh dari total sepuluh peserta dengan total 300 kilogram.

Selain Eko Yuli, Indonesia sebenarnya punya satu lifter lain yang berkontes di nomor 65 kilogram. Yakni Leonardo Geovani Adventino.

Namun, hasil yang ditorehkan Leonardo tak begitu mulus. Dia hanya mampu mengangkat beban sebesar 133 kilogram pada kategori snatch dan 162 kilogram pada clean & jerk. Posisi akhirnya pun di dasar klasemen dengan total angkatan 295 kilogram saja.

Adapun medali emas total angkatan kelas 65 kg menjadi milik lifter Turki Muhammed Furkan Ozbek. Dia mencatatkan angkatan snatch 145 kilogram dan clean & jerk 179 kg sehingga totalnya 324 kg.

Kemudian perak diraih lifter Korea Utara Pak Myong-jin. Dia mampu jadi yang terbaik alias dapat emas dalam kategori clean & jerk dengan angkatan 180 kilogram. Tapi, snatchnya hanya 165 kg sehingga total angkatannya adalah 315 kg.

Serta medali perunggu diraih oleh Hampton Morris dengan 311 kilogram (133 kg snatch dan 178 kg clean & jerk). Lifter asal Amerika Serikat itu juga dapat perunggu kategoru clean & jerk.

Terlepas dari itu, medali perunggu snatch kelas 65 kilogram menambah prestasi dan bukti kegemilangan Eko Yuli dalam Kejuaraan Dunia Angkat Besi IWF. Sebelumnya, lifter asal Lampung itu sukses merengkuh delapan medali Kejuaraan Dunia Angkat Besi dengan torehan terbaik medali emas pada 2018.

Selain itu, medali perunggu dari Eko menjadi yang pertama untuk Indonesia dalam Kejuaraan Dunia Angkat Besi 2025. Ajang tersebut masih akan digelar hingga 11 Oktober 2025 dan Indonesia masih punya beberapa lifter yang belum bertanding.

Di putra misalnya, masih ada Rahmat Erwin Abdullah dan Rizki Juniansyah yang sama-sama turun dalam kelas 79 kilogram, serta Ardaraya pada kelas 71 kilogram. Kemudian di sektor putri, masih ada lifter Nadita Aprilia kelas 63kg, dan Indah Afriza kelas 69 kilogram.

Editor: Edi Yulianto
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore