Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 7 Agustus 2025 | 15.46 WIB

Kesempatan Indonesia Melihat Bibit Atlet Sambo Penerus Khabib Nurmagomedov dan Islam Makhachev

Konferensi pers Youth and Junior World Sambo Championship 2025. (Rizky Ahmad Fauzi/Jawa Pos)

JawaPos.com - Penikmat olahraga MMA pastinya sudah tidak asing dengan nama Khabib Nurmagomedov hingga Islam Makhachev. Kedua petarung tersebut memiliki disiplin ilmu bela diri sambo.

Indonesia berkesempatan untuk melihat bibit-bibit atlet sambo muda dalam ajang Youth and Junior World Sambo Championship 2025. Ajang ini akan dilangsungkan PP Persambi selaku induk olahraga sambo tanah air di JSI Resort Megamendung, Bogor, Jawa Barat pada 1- 6 Oktober 2025 mendatang.  

Di kejuaraan ini, terdapat 37 nomor yang dipertandingkan, baik putra maupun putri. Untuk remaja, atlet yang bertanding usia 16-18 tahun, sedangkan junior usia 18-20 tahun.

Olympians Judo itu membeberkan, federasi beladiri sambo internasional (FIAS) juga mensupport kejuaraan ini dengan memberikan bantuan untuk matras, baju hingga pelindung kepala untuk pertandingan nanti. Kini, pihaknya menunggu arahan dan bantuan dari pemerintah, dalam hal ini Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora). 

“Kami Persambi adalah organisasi yang dilindungi oleh undang-undang. Merupakan tanggung jawab saya untuk meminta bantuan pemerintah. Kami sudah meminta audiensi ke pemerintah, mungkin dalam waktu dekat akan diagendakan,” ungkap Bayu.

Keyakinan Bayu itu tumbuh mengingat pergelaran olahraga bela diri sambo ini akan menjadi pembuktian nyata dari kerja sama Indonesia dan Rusia khususnya dalam bidang olahraga yang ditandatangani ketika Presiden Prabowo Subianto bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin saat berkunjung ke negara tersebut. Karenanya, bila Kejuaraan Dunia Sambo di Indonesia nanti berjalan sukses, maka hubungan Indonesia dengan Rusia akan bertambah erat. 

Melihat hubungan baik Presiden Prabowo dan Presiden Rusia Vladimir Putin, perlu ada dukungan penuh dari Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) untuk terus mensupport olahraga beladiri Sambo, termasuk Kejuaraan Dunia Sambo mendatang.

Bahkan Bayu juga akan segera melakukan kunjungan ke Duta Besar Rusia untuk Indonesia Sergey Tolchenov untuk membicarakan masalah kejuaraan dunia bela diri Sambo dan perkembangan olahraga asal Rusia itu di Indonesia.

“Kami sudah berkirim surat ke Kedubes Rusia namun karena Pak Dubes masih di Rusia maka belum bisa bertemu. Namun akan diagendakan pertemuan dalam waktu dekat untuk membicarakan kejuaraan dunia nanti,” ujar Bayu. 

Sekjen PP Persambi Arnold Silalahi dan Wakil Sekjen Budi menambahkan, atlet tuan rumah yang dipanggil untuk mewakili Indonesia berjumlah 35 orang. Mereka akan turun di kelasnya masing-masing. 

“Kami harapkan dapat medali di kejuaraan dunia nanti. Kita juga rapat dengan FIAS di Singapura lalu, hasil rapat akan ada tambahan tujuh nomor putri combat yang dipertandingkan. Jadi masih ada peluang kita untuk combat meraih medali,” kata Arnold. 

Dia menjelaskan, dalam beladiri sambo ada dua divisi, yaitu sport dan combat. Untuk sport fokus hanya pada bantingan, kuncian dan patahan. Sedangkan combat meliputi pukulan dan tendangan. “Seperti MMA (tarung bebask, tapi menggunakan protektor,” ungkapnya.

Editor: Banu Adikara
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore