Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 31 Juli 2025 | 23.06 WIB

Tour de Banyuwangi Ijen Pukau Pebalap Mancanegara, Nicolo Pettiti: Serasa Tour de France

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani berfoto bersama para pembalap yang memenangkan etape kedua Tour de Banyuwangi Ijen (TdBI). (Istimewa). - Image

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani berfoto bersama para pembalap yang memenangkan etape kedua Tour de Banyuwangi Ijen (TdBI). (Istimewa).

JawaPos.com – Pebalap asal Italia Nicolo Pettiti, tampak bahagia usai menyelesaikan etape kedua Tour de Banyuwangi Ijen (TdBI). Bukan hanya karena menyabet salah satu jersey dalam adu cepat dari Alas Purwo ke Banyuwangi, namun juga karena antusiasme penonton di sepanjang rute 158,8 Km itu.

“Aku tak berbohong, rasanya seperti berada dalam perlombaan di tur dunia. Serasa Tour de France,” ungkap pebalap kelahiran 10 Agustus 2002 itu.

“Semua orang di jalan bersorak kepada kami. Sungguh luar biasa, membuat balapan semakin seru,” kesannya. Pada etape kedua ini, Petiti berhasil meraih polkadot jersey sebagai Raja Tanjakan (King of Mountain/ KOM).

Tour de Banyuwangi Ijen yang digelar kali ke-10 ini memang kerap meninggalkan kesan mendalam bagi para pebalap mancanegara. Mulai dari tanjakan ekstrem yang tergolong hors categorie, manajemen penyelenggaraan, hingga antusiasme warga menjadi catatan positif bagi para pembalap.

Kesan positif itu lantas membuat para pebalap tak segan untuk merekomendasikan TdBl kepada koleganya. Hal itu diakui oleh Jeroen Meijers, pebalap yang tergabung dalam tim Victoria Sports Pro Cycling (Filipina).

“Rekan saya, Edgar Nieto, sudah mengikuti balapan ini sebanyak sepuluh kali dan selalu mengatakan bahwa penyelenggaraannya sangat baik. Tidak ada kendaraan di jalanan, jadi sangat aman. Ini adalah salah satu balapan favorit di Asia,” ungkap Meijers, peraih Individual General classification (Yellow Jersey) dan Best Sprinter (Green Jersey) di etape kedua itu.

Sprint dilakukan para pembalap jelang finish etake kedua Tour de Banyuwangi Ijen (TdBI).

Meski baru pertama kali turun di TdBI, Meijers langsung terkesan. Mulai dari rutenya yang menantang hingga pemandangan alam yang mengesankan. “Secara umum, balapan di Banyuwangi lebih menantang dan atmosfernya benar-benar luar biasa,” ujarnya.

Pujian dari pebalap kelahiran Belanda, 12 Januari 1993 itu tentu bukan isapan jempol belaka. Pengalamannya sebagai pebalap profesional sejak 2010 menjadi garansi penilaiannya. Selama karirnya, ia telah mengikuti balapan di berbagai belahan dunia.

Tahun ini saja, Jeroen Meijers telah mengikuti sejumlah tur bergengsi di Asia dan Eropa, seperti Tour of Sharjah (UEA), Tour de Taiwan, Tour of Estonia, Tour of Lithuania, Sibiu Cycling Tour (Rumania) dan The Road Race Tokyo Tama (Jepang).

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyampaikan jika kesan positif para pebalap mancanegara itu tak lepas dari antusiasme warga Banyuwangi. Daerah di ujung timur Jawa ini, tak hanya dianugerahi alam yang indah, namun juga masyarakat yang kreatif dan kaya budaya.

“Potensi Banyuwangi yang luar biasa ini patut diketahui oleh dunia. Terimakasih kepada seluruh masyarakat Banyuwangi yang telah menjadi tuan rumah yang menyenangkan bagi semua,” pungkas Ipuk.

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore