Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 29 Juli 2025 | 04.44 WIB

Geliat Putaran Ekonomi di FORNAS VIII NTB Capai Rp 800 Miliar, Menteri AHY Sebut Jadi Salah Satu Indikator Rakyat Sejahtera

Festival Olahraga Mayasrakat Nasional (FORNAS) VIII melibatkan 38 kontingen Provinsi se-Indonesia. - Image

Festival Olahraga Mayasrakat Nasional (FORNAS) VIII melibatkan 38 kontingen Provinsi se-Indonesia.

JawaPos.com – Berdasarkan laporan resmi panitia penyelenggara, Festival Olahraga Mayasrakat Nasional (FORNAS) VIII melibatkan 38 kontingen Provinsi se-Indonesia.

Selain itu, ada 12.387 penggiat pertandingan, 3.870 perangkat pertandingan-official, 74 induk organisasi olahraga masyarakat (Inorga), 13 Inorga ekshibisi dan 3 Inorga undangan khusus dari Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB).

Ketua Panitia Penyelenggara FORNAS VIII Ibnu Sulistyo Riza Pradipto menyebut pelaksanaan event ini menimbulkan dampak perekonomian NTB.

“Dari total peserta dan pendamping yang hadir langsung ke NTB mencapai lebih dari 18.000 orang, dengan asumsi perputaran ekonomi lokal sebesar lebih dari Rp800 miliar, khususnya pada sektor perhotelan, transportasi, logistik, UMKM, dan kuliner lokal,” ujarnya.

Selain itu, Ibnu, panggilan karibnya, mengungkapkan kegiatan ini turut menciptakan lebih dari 9.500 lapangan kerja sementara, baik di sektor formal maupun informal.

“Ini bukan sekadar pesta olahraga, tapi gelora semangat kebangsaan dari timur Indonesia. Dari NTB untuk Indonesia yang lebih sehat, bugar, dan bersatu,” ujarnya.

FORNAS VIII yang mengusung tema “Kalah Menang Semua Senang, Bersatu dalam Sehat, Menunjukkan Indonesia Lebih Bugar dan Gembira” ini telah menghadirkan semangat kebugaran, kebersamaan, dan persatuan bangsa.

Wajar jika Gubernur NTB, Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal, SIP, M.Si, mengatakan FORNAS VIII tidak hanya menjadi ajang olahraga, tetapi juga penggerak ekonomi dan kebudayaan lokal. Bahkan, Gubernur Lalu menyebut acara ini memperlihatkan bagaimana olahraga masyarakat bisa bersanding harmonis dengan budaya dan ekologi.

“Pertunjukan seni daerah; kuliner khas Sasak, Samawa, Mbojo; hingga pameran komunitas menjadi bukti bahwa olahraga masyarakat dapat beriringan dengan budaya dan lingkungan,” ujarnya pada saat pembukaan.

Menurut Iqbal, semboyan Kalah Menang Semua Senang mencerminkan filosofi sejati dari olahraga rekreasi di mana partisipasi lebih penting daripada podium, dan rasa senang adalah medali bagi semua.

Pemerintah Provinsi NTB mempersiapkan penyelenggaraan FORNAS VIII dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat: dari organisasi perangkat daerah hingga komunitas olahraga tradisional, dari siswa hingga lansia, dari kampus hingga pesantren.

“Sebagai tuan rumah kami tidak hanya menyiapkan venue dan fasilitas. Yang kami siapkan adalah senyuman masyarakat, keramahan budaya, dan pelayanan terbaik yang menjadi identitas kami sebagai daerah tujuan wisata dunia,” tegasnya.

Lebih jauh, Iqbal menyebut pelaksanaan FORNAS VIII merupakan bagian dari “pemanasan” bagi NTB dalam menyongsong peran sebagai tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028.

Pelaksanaan FORNAS VII ini juga tidak luput dari perhatian Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang ikut hadir dalam pembukaan.

Editor: Hendra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore