
Petenis Indonesia Nathan Barki.
JawaPos.com - Petenis Indonesia Nathan Barki sukses menapakkan langkahnya ke final Amman Men's World Tennis Tour Championship seri pertama yang berlebel UTR Pro Tennis Tour.
Pada laga yang di gelar di lapangan A, Bali Beach Country Club, kawasan wisata IDTC Nusa Dua Bali, petenis belia tuan rumah ini harus berjuang keras dahulu selama 1 jam 42 menit saat menghadapi Stefan Storch untuk memastikan diri lolos ke partai puncak.
Mengawali laga di babak 4 besar pertarungan ketat tersaji di set pembuka, dimana saling menekan di lakukan kedua pemain yang sama-sama memiliki modal servis bertenaga untuk meraih poin serta serangan tajam dari garis belakang.
Tipe permainan yang sama yaitu mengandalkan servis keras dan di ikuti voli mematikan, ditunjukkan oleh Nathan maupun lawannya dari Australia tersebut, membuat pertandingan berlangsung seru dan kejar mengejar angka di setiap game hingga sama kuat 5-5.
Memasuki game ke 11, Nathan memperoleh momentum penting dengan mampu mematahkan servis Stefan Storch sehingga membuatnya unggul 6-5, dan sukses mempertahankan servisnya untuk memenangi set awal 7-5.
Kemenangan di set perdana yang di raih oleh Nathan Barki sepertinya berhasil mengangkat moril serta rasa percaya diri pemain berusia 21 tahun ini, untuk konsisten menerapkan strategi permainan menyerangnya.
Tekanan servis keras, cegatan voli dan juga serangan dari garis belakang yang dilakukan oleh petenis andalan tuan rumah ini, semuanya berjalan lancar dan terus menghasilkan poin, sehingga membuat Stefan Storch frustasi.
Alhasil kemenangan telak 6-2 berhasil mengantarkan Nathan Barki menutup set kedua, yang sekaligus mengantarkannya maju ke final untuk bertemu dari Wakil Inggris Max Basing.
Bertanding tanpa beban dan dapat mengeluarkan seluruh permainan terbaiknya menghadapi Max Basing merupakan upaya yang akan dilakukan oleh Nathan Barki pada laga final, agar dapat menggapai gelar juara merupakan ungkapan dari Nathan Barki seusai bertanding.
Sayang langkah gemilang Nathan Barki melaju ke final gagal di ikuti petenis Indonesia lainnya, Anthony Susanto, setelah gagal melewati ketangguhan Max Basing.
Impian untuk mewujudkan All Indonesian Final UTR Pro Tennis Tour akhirnya harus pupus, usai Anthony susanto dikalahkan oleh petenis asal Inggris dengan skor 3-6, dan 3-6.
Kombinasi serangan maupun bertahan yang solid dari petenis asal Inggris saat menghadapi Anthony di babak semifinal yang dilangsungkan di lapangan utama Nusa Dua, merupakan faktor pembeda kedua pemain ini.
Anthony dengan karakter permainan bola-bola rali untuk menguras tenaga lawan selama ini, mampu diantisipasi Max Basing yang begitu konsisten dalam pertandingan berdurasi 1 jam 1.29 menit hari ini, dan sukses mengakhirnya dengan kemenangan straight set.
Mengkomentari kegagalannya hari ini, meski kecewa namun Anthony Susanto mengaku puas terhadap performanya yang terus meningkat meskipun belum mampu mengatasi lawannya yang memang lebih bagus secara permainan maupun peringkat

Breaking News! Rival Veda Ega Pratama Didiskualifikasi dari Moto3 Catalunya 2026
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Soal Kabar Kepala BGN Dadan Hindayana Ditangkap, Dasco: Serahkan ke Aparat Hukum
Profil Sony Sanjaya, Eks Jenderal Polri yang Dicopot Sebagai Wakil Kepala BGN, Sempat Diterpa Isu OTT
KPK Cari Keberadaan Wamen Imipas Silmy Karim Terkait OTT Imigrasi Jakbar
7 Pemain Baru Masuk! Bruno Moreira Hengkang, Ini Prediksi Starting XI Persebaya
Kejagung Konfirmasi Penggeledahan Kantor BGN Usai Pencopotan Dadan Hindayana
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Mantan Kepala BGN Dadan Hindayana Resmi Jadi Tersangka dan Ditahan Kejagung, Belum 24 Jam Usai Dicopot Prabowo
Kantor Badan Gizi Nasional Digeledah Kejagung, Muncul Karangan Bunga Unik Singgung Pencopotan Dadan
