
Jafar/Felisha harus mengakui keunggulan ganda Jepang dalam duel sengit tiga gim. (Dok. PBSI)
JawaPos.com - Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel menjadi salah satu wakil Merah Putih di Japan Open 2025. Pasangan ganda campuran nomor satu di Indonesia mengaku telah berbenah dan mengevaluasi kekurangannya untuk berlaga di turnamen BWF World Tour Super 750 tersebut.
Japan Open 2025 jadi turnamen terdekat yang akan diikuti oleh para pebulu tangkis terbaik Indonesia. Sebanyak 13 wakil Merah Putih dipastikan berlaga dalam ajang yang dihelat di Tokyo Metropolitan Gymnasium pada 15-20 Juli 2025.
Ini menjadi turnamen pertama bagi tim Indonesia dalam lanjutan rangkaian BWF World Tour 2025, setelah terakhir kali berlaga di Indonesia Open 2025 awal Juni lalu.
Persiapan panjang menuju Japan Open 2025 pun dimanfaatkan para pemain untuk mengevaluasi dan memperbaiki performa.
Tak terkecuali untuk Jafar/Felisha, duet ganda campuran terbaik Indonesia saat ini. Pasangan nomor 14 dunia mengaku sudah mengevaluasi kekurangannya demi mereka siap mendapat hasil terbaik.
"Persiapannya cukup bagus, setelah Indonesia Open ada waktu satu bulan lebih jadi dimaksimalkan semua dari fisik, teknik dan evaluasi kekurangan dari turnamen sebelumnya," kata Jafar Hidayatullah dalam keterangan resmi PP PBSI.
Fokus evaluasi Jafar/Felisha adalah konsentrasinya saat poin-poin kritis. Mereka memang kerap bermasalah saat falsm situasi tersebut, termasuk ketika kalah di babak 16 besar Indonesia Open 2025, di mana Jafar/Felisha kalah rubber 21-23, 21-14, 20-22 dari Hidori Midorikawa/Natsu Saito (Jepang).
"Kami memfokuskan kesiapan di poin-poin kritis, bagaimana mengatasi dan mengambil poin di saat seperti itu," ucap Felisha.
Selain keinginan jadi yang terbaik dari sendiri, Jafar/Felisha juga dapat beban dari pelatihnya, Rionny Mainaky. Mereka ditargetkan menembus final Japan Open 2025.
Menurut Rionny, sudah sepantasnya Jafar/Felisha diberikan target sebesar itu. Dia juga ingin membiasakan anak asuhnya untuk selalu dipatok target besar dalam setiap turnamen.
"Untuk Jafar/Felisha, targetnya final di Jepang. Kemarin sudah teruji kan Jafar/Felisha di Kekuaraan. Saya target mereka juara, dan bisa sampai semifinal," katanya.
"Jadi Kita biasain anak-anak ini terbeban tapi dengan cara kita ya. Misalnya kita target gini Jadi motivasi, itu harus kita mengatur ke mereka masing-masing," tambah Rionny.

Prediksi Skor Kolombia vs Ghana di Piala Dunia 2026: Misi Los Cafeteros Lolos 16 Besar, Siap Kirim Pulang Wakil Afrika
Prediksi Skor Australia vs Mesir di 32 Besar Piala Dunia 2026: The Pharaohs Menang Tipis Lewat Duel Sengit
Prediksi Skor Kanada vs Maroko di Piala Dunia 2026: Singa Atlas Lebih Diunggulkan, Mampukah Les Rouges Balas Dendam?
Prediksi Skor Paraguay vs Prancis di 16 Besar Piala Dunia 2026: Ujian Konsistensi si Biru
Penjelasan Gol Offside Kroasia ke Gawang Portugal! Keputusan Kontroversial di 32 Besar Piala Dunia 2026
Brasil vs Norwegia: Memori 1994 dan 1998, Misi Balas Dendam Generasi Emas Erling Haaland di Piala Dunia 2026
Kisah Renato Veiga, Bek Timnas Portugal yang Tumbuh di Maroko hingga Memilih Memeluk Agama Islam
Prediksi Skor Australia vs Mesir: Bursa Taruhan Unggulkan The Pharaohs, Opta Hanya Jagokan Socceroos 46 Persen
Prediksi Skor Argentina vs Tanjung Verde: Bursa Taruhan Jagokan Albiceleste, Opta Beri Peluang Menang Lebih dari 80 Persen
Prediksi Skor Australia vs Mesir di Piala Dunia 2026: Menanti Kejutan Satu-satunya Wakil Asia
