
Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana harus puas sebagai runner-up di final All England 2025. (Dok. PBSI)
JawaPos.com - Mantan pebulu tangkis Kevin Sanjaya Sukamuljo menyoroti melempemnya prestasi ganda putra Indonesia dalam beberapa waktu terakhir. Dia menyinggung motivasi para pemain, yang dinilainya mudah menyerah.
Beralih profesi sebagai pebisnis pasca pensiun tak membuat Kevin Sanjaya Sukamuljo tak lagi mengikuti bulu tangkis. Mantan pemain nomor satu dunia sektor ganda putra itu masih memantau perkembangan bulu tangkis Indonesia.
"Bulu tangkis tetap, tidak akan saya tinggalkan. Pastinya saya masih tetap mengikuti bulu tangkis," kata Kevin Sanjaya di Jakarta, Minggu (6/7).
Kevin pun mengungkap pandangannya terhadap bulu tangkis Indonesia sekarang. Khususnya sektor ganda putra yang tengah melempem. Bahkan pada tahun ini saja, Fajar Alfian dan kolega belum memberikan gelar.
Suami dari Valencia Tanoesoedibjo itu menyinggung motivasi para atlet sekarang. Kevin menekankan pemain harus menanamkan motivasi lebih baik lagi baik dalam latihan maupun pertandingan.
“Pastinya motivasi harus dibiasakan dari latihan. Dari latihan sudah harus tidak gampang mau kalah dan itu otomatis kebawa ke turnamen, di saat tertekan,” kata Kevin Sanjaya.
Pemain jebolan PB Djarum Kudus itu juga menyoroti daya juang para pemain. Menurut Kevin, ganda putra Indonesia kini terlihat kehilangan daya juang saat menghadapi situasi sulit dalam pertandingan.
Dia merasa pemain harus mampu mempertahankan itu dan berjuang dulu selama pertandingan. Hal itu ia katakan berdasarkan pengalamannya ketika masih menjadi atlet.
“Kalau saya melihat, sekarang mereka saat tertekan dan sebagainya, mereka gampang menyerah. Mereka tidak mau berusaha dulu padahal masih ada peluang sebelum game,” tuturnya.
“Pengalaman pribadi, beberapa kali sudah ketinggalan jauh, tapi selama masih coba ya ada aja jalannya,” jelas Kevin menambahkan.
Sebagai informasi, prestasi terbaik ganda putra pada tahun ini hanyalah runner-up. Yakni lewat Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana di All England 2025, Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto di Indonesia Masters 2025, dan Daniel Marthin/Muhammad Shohibul Fikri pada Swiss Open dan Thailand Masters 2025.

Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Media Jerman Pusing Lihat Ngerinya Performa Veda Ega Pratama di Sesi Practice Moto3 Hungaria 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Eksklusif! Perjuangan Nyo Daftar Player Escort Sejak 2024, Menangis Haru Dipeluk Nathan Tjoe-A-On di Timnas Indonesia
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
