Anastasia Kirana (tengah) bersama atlet triathlon Jatim di PON XXI Aceh-Sumatera Utara 2024.
JawaPos.com - Triathlon Jawa Timur langsung meraih juara umum di PON XXI Aceh-Sumatera Utara 2024. Dengan dipertandingkannya triathlon di Porprov Jatim IX, harapannya regenerasi atlet bisa terus berjalan.
Anastasia Kirana, Ketua Federasi Triathlon Indonesia (FTI) Jawa Timur awalnya tidak memperkirakan tim triathlon Jatim bisa keluar sebagai juara umum di PON XXI Aceh-Sumut 2024. Sebab, dalam beberapa ajang, Jatim selalu kalah dari pesaing utama, Jawa Barat.
Tapi, tim triathlon Jatim justru mampu tampil di atas ekspektasi. Dari target awal dua emas, mereka justru mengantongi empat emas. Dua emas diantaranya diraih Martina Ayu Pratiwi, sedangkan dua emas lain diperoleh Binta Erlen Salsabela dan Muhammad Noval Ashidiq.
“Itu benar-benar nggak kami perkirakan, memang merata, apalagi sama Jabar kami tuh kalah terus,” kata Kirana kepada Jawa Pos. “Tapi waktu PON tuh sebuah wake up call ya bagi kami, oh ternyata kami bagus,” tuturnya.
Ya, setelah berprestasi di PON XXI Aceh-Sumut, Kirana semakin menyadari bahwa Jatim sebetulnya memiliki banyak talenta atlet triathlon.
Namun, tidak semua bisa tersalurkan dengan baik. Salah satunya karena memang ‘wadah’ untuk atlet triathlon masih sedikit. Maklum, sebelumnya FTI Jatim hanya memiliki enam pengurus di kabupaten/kota (pengkab/pengkot/pengcab).
Karena itulah, sebagai pengurus tertinggi triathlon di Jatim, Kirana menggiatkan satu program. Yaitu, memperbanyak pembentukan pengurus di daerah-daerah. Setelah PON XXI usai, Kirana, dibantu salah satunya oleh Ketua KONI Jatim Muhammad Nabil, langsung gencar mengajak daerah untuk membentuk kepengurusan FTI.
“Awalnya memang belum terbentuk sama sekali pengcab-nya, terus saya dibantu oleh Ketua KONI Jawa Timur, beliau sudah bener-bener seperti marketingnya triathlon. Semua KONI di Jawa Timur diteleponin sama beliau, untuk segera buat pengcab-nya triathlon,” beber Kirana.
Hasilnya terlihat. Hanya dalam waktu sekitar tiga bulan, sudah terbentuk 26 pengcab. Itu artinya, triathlon sudah memenuhi syarat untuk dipertandingkan di ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jatim.
“Minimal 12 pengcab (untuk Porprov, Red), awal kami hanya ada 6, tiba-tiba meledak sampai 26 pengcab, itu dalam kurun waktu tiga bulan,” tutur Kirana.
Kini, FTI Jatim benar-benar ingin menggunakan porprov sebagai ajang pembinaan. Total, akan ada sekitar 180 atlet dari 23 daerah yang akan mengikuti Porprov Jatim IX 2025 di Malang Raya. Mereka dibatasi usia, mulai dari 13 sampai 23 tahun. Lalu, khusus untuk kelas individu, hanya atlet dengan usia maksimal 18 tahun yang boleh ikut.
Kirana berharap dengan dipertandingkannya triathlon di ajang porprov regenerasi akan terus terjaga.

Santriwati di Pekalongan Diklaim Keluarga Hamil Tanpa Berhubungan, Masa Iya?
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
13 Rekomendasi Tempat Liburan di Malang dengan Pilihan Wisata Alam, Hiburan, dan Spot Santai yang Membuat Pikiran Lebih Fresh
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Rekomendasi 13 Wisata Terbaik di Bandung untuk Liburan Santai, Healing, dan Quality Time Bersama Orang Tersayang
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
