
Di bawah asuhan Hendra Setiawan, Sabar/Reza tampil gemilang dan sukses melaju ke final Indonesia Open 2025 di Istora Senayan. (dok. PBSI)
JawaPos.com- Istora Senayan kembali bergemuruh, namun kali ini bukan karena aksi seorang Hendra Setiawan di lapangan, melainkan dari pinggir lapangan. Mantan ganda putra andalan Indonesia itu kini menjajal peran baru sebagai pelatih, mendampingi pasangan non-unggulan Sabar Karyaman Gutama/Mohammad Reza Pahlevi Isfahani yang membuat kejutan besar dengan lolos ke final Indonesia Open 2025.
Hendra mengaku merasakan tekanan berbeda dalam peran barunya. "Sepertinya lebih enak main daripada jadi pelatih. Tegang juga, apalagi kalau sudah masuk poin-poin kritis,"ucap Hendra.
Ia memang bukan sembarang pelatih debutan. Sebagai peraih medali emas Olimpiade Beijing 2008 dan dua kali juara Indonesia Open (2005 bersama mendiang Markis Kido dan 2013 bersama Mohammad Ahsan), aura juara Hendra menular ke anak asuhnya.
Sejak mulai mendampingi Sabar/Reza di All England 2025, performa pasangan ini terus menanjak. Mereka sempat mencapai babak ketiga di All England, perempat final di Swiss Open dan Thailand Open, hingga kini mencetak sejarah lolos ke final Super 1000 pertama mereka, mengalahkan lawan-lawan tangguh termasuk unggulan utama asal Malaysia, Goh Sze Fei/Nur Izzuddin, di perempat final.
Dalam laga yang berlangsung dramatis itu, Reza tampil dalam kondisi cedera pinggang yang telah dirasakan sejak sepekan sebelum turnamen. Meski demikian, semangat juang mereka tak luntur.
"Kami tetap berusaha fokus satu per satu pertandingan. Untungnya karakter shuttlecock dan angin di Istora cukup cocok untuk kami," jelas Hendra.
Langkah ke final ditentukan lewat kemenangan atas pasangan Malaysia lainnya, Man Wei Chong/Tee Kai Wun, dalam laga semifinal yang mempertemukan dua kubu dengan pelatih legendaris masing-masing. Jika Hendra mendampingi Sabar/Reza, Man/Tee berada di bawah asuhan Herry Iman Pierngadi, sosok yang juga pernah menjadi pelatih Hendra saat masih aktif.
"Koh Herry itu ilmunya luar biasa. Tapi kami fokus saja ke strategi dan kondisi tim kami sendiri. Yang penting sekarang bagaimana Sabar dan Reza bisa pulih total," ujar Hendra.
Sayangnya, pasangan ganda putra lainnya, Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto, gagal melangkah ke final setelah kalah dramatis dari pasangan Korea Selatan, Kim Won-ho/Seo Seung-jae. Dengan hasil ini, Sabar/Reza menjadi satu-satunya harapan Indonesia untuk mengakhiri puasa gelar sejak terakhir kali Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya menjuarai Indonesia Open pada 2021.
Laga final melawan Kim/Seo tentu bukan tugas mudah. Lawan dari Korea Selatan ini dikenal solid dengan permainan cepat dan konsisten. Namun, Sabar/Reza telah membuktikan bahwa mereka mampu mengalahkan siapa pun saat berada dalam performa terbaiknya.
Pencapaian Sabar/Reza sudah menjadi sinyal positif bagi regenerasi sektor ganda putra Indonesia. Keberadaan figur besar seperti Hendra Setiawan di pinggir lapangan menjadi bukti bahwa warisan bulu tangkis Indonesia terus dilanjutkan bukan hanya lewat raket, tapi juga lewat ilmu dan pengalaman.
Kini, seluruh mata pecinta bulu tangkis Tanah Air tertuju pada partai puncak. Akankah Sabar/Reza menyempurnakan perjalanan menakjubkan ini dengan mengibarkan Merah Putih di podium tertinggi Istora?

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
15 Pecel Paling Enak di Surabaya, Cita Rasa Sambal Kacang yang Autentik dan Ragam Lauk Tradisional yang Menggoda Selera
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Wisata Terbaik Dekat Stasiun Pasuruan, Buat Liburan Tak Perlu Jauh Tapi Tetap Seru
12 Tempat Kuliner Soto yang Jadi Favorit di Malang, Soal Rasa Jangan Ditanya Pasti Enak!
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
