Gladies Lariesa meraih enam emas dan satu perak untuk Jawa Timur di Kejurnas Akuatik 2025 cabor loncat indah. (Dok: PB Akuatik Indonesia)
JawaPos.com - Pengurus Provinsi (Pengprov) Jawa Timur gagal menjadi juara umum Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Akuatik 2025 cabang olahraga loncat indah. Jatim yang diperkuat Gladies Lariesa Garina, tertinggal oleh tim tuan rumah Jakarta pada hari terakhir penyelenggaraan.
Kejurnas Akuatik 2025 cabang olahraga loncat indah telah berakhir dan menghasilkan Pengurus Provinsi DKI Jakarta sebagai juara pada Kamis (5/6). Tuan rumah jadi yang terbaik usai berhasil mengoleksi 15 medali emas.
Perolehan medali Jakarta jauh mengungguli pesaing terdekatnya, Jawa Timur, yang meraih 11 emas. Sementara Kalimantan Selatan menyusul di urutan ketiga dengan torehan empat medali emas.
Hasil ini cukup menyakitkan untuk Jawa Timur karena mereka sempat memuncaki klasemen pada hari sebelumnya. Jatim melesat ke posisi teratas berkat kontribusi gemilang Gladies Lariesa yang menyabet 6 medali emas dan 1 perak.
Meski gagal bawa Jatim juara, Gladies tetap senang karena bisa dapat hasil positif selama Kejurnas Akuatik 2025. Sebab dia sebenarnya menjadikan ajang ini sebagai kesempatan untuk mengembalikan ritme bertanding dan memperbaiki aspek teknis, bukan mengejar medali.
Sebelumnya, Gladies berencana mengikuti Kejuaraan Dunia Akuatik 2025 di Singapura bulan depan. Tepatnya pada 11 Juli hingga 3 Agustus 2025.
“Perasaannya pasti senang karena Kejurnas ini jadi ajang latihan juga buat nanti di Singapura, di world champ itu. Tujuannya buat cari nilai juga, biar feel pertandingan itu balik lagi,” ujar Gladies dalam keterangan resmi PB Akuatik Indonesia.
Gladies pun tak cepat berpuas diri. Dia mengatakan bahwa performa tetap menjadi fokus utama. Menurutnya, masih ada beberapa kekurangan dalam eksekusi teknik yang membuat nilai belum maksimal. “Kalau dari performa, sampai hari kedua masih belum puas. Ada beberapa teknik yang masih kurang,” ucapnya.
Selain itu, Gladies juga mengatakan bahwa saat ini dirinya sudah mengalami peningkatan mental yang signifikan dibanding sebelumnya. Hal ini penting untuk dirinya mengingat tekanan psikologis dalam loncat indah sangat menentukan keberhasilan eksekusi di setiap lompatan.
"Catatan dari pelatih, mental sejauh ini sudah lebih baik, cuma tekniknya masih harus diperbaiki," ujar Gladies menirukan pesan dari tim pelatih.
Lebih lanjut, Gladies menyampaikan bahwa ajang internasional bukan sekadar target pribadi, tetapi juga bagian dari misi membawa nama Indonesia di kancah akuatik dunia. “Fokus ke nilai dan perbaikan teknik, biar nanti di Singapura bisa maksimal,” tutupnya.

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
