Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 5 Februari 2025 | 21.53 WIB

PBSI Gelar Latihan ala Militer di Lembang Bandung, Pakai Seragam Tentara dan Fokus Kebersamaan Demi Mental Juara

Atlet dan pelatih Pelatnas PBSI menjalani retret di Situ Lembang untuk memperkuat mental dan disiplin tim. (Dok. PBSI)

JawaPos.com- Situ Lembang, Bandung Barat, menjadi saksi perjuangan para atlet dan pelatih Pelatnas Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) dalam mempererat kebersamaan dan membangun ketangguhan mental. Kegiatan retret yang berlangsung sejak 2 sampai 5 Februari 2025, digelar sebagai bagian dari persiapan tim menghadapi tantangan di level dunia.

Dalam pelatihan ini, atlet, pelatih, serta tim pendukung mendapatkan bimbingan dari instruktur Komando Pasukan Khusus (Kopassus) dan Dinas Psikologi TNI AD (Dispsiad). Mereka menjalani berbagai sesi latihan yang menekankan pada kekompakan tim, disiplin, serta ketahanan mental elemen krusial dalam menghadapi tekanan di panggung internasional.

Ketua Umum PP PBSI, M. Fadil Imran, menegaskan bahwa retret ini bertujuan untuk mempererat hubungan antara atlet dan pelatih, terutama setelah perombakan tim pelatih yang dilakukan pada Desember 2024.

"Kita berkumpul di sini bukan sekadar untuk berlatih, tetapi untuk menautkan hati dan menyatukan semangat dalam mengharumkan nama Indonesia. Bulu tangkis bukan hanya soal teknik dan fisik, tapi juga ketangguhan mental dalam menghadapi tekanan," ujar Fadil dalam sesi penutupan yang digelar di sekitar api unggun.

Selain latihan fisik dan mental, para peserta juga mendapatkan pemaparan visi dan misi PBSI yang telah disampaikan Fadil pada Musyawarah Nasional PBSI di Surabaya, Agustus 2024 lalu.

"PBSI adalah satu kesatuan. Agar bisa bergerak bersama, kita harus memiliki pemahaman yang sama tentang tujuan dan arah yang ingin dicapai," tambahnya.

Ketua Komite Etik PBSI, Djon Afriandi, turut memberikan materi tentang pentingnya keteguhan hati. Ia menekankan bahwa keberhasilan seorang atlet tidak hanya ditentukan oleh kemampuan fisik, tetapi juga oleh kedisiplinan, fokus pada tujuan, serta keberanian dalam mengambil keputusan.

"Dalam perjalanan karier sebagai atlet, kalian akan menghadapi berbagai ujian yang bisa menggoyahkan semangat. Namun, di tengah keterbatasan manusia, jangan lupakan untuk berserah diri kepada Tuhan. Dari sanalah ketenangan dan kekuatan sejati berasal," tutur Djon, yang juga menjabat sebagai Komandan Jenderal Kopassus.

Sementara itu, pelatih utama ganda campuran, Rionny Mainaky, menilai bahwa program ini memberikan dampak positif bagi kebersamaan tim.

"Saya semula menganggap baris-berbaris sebagai hal biasa, tapi setelah dilakukan dengan benar, ternyata ini bisa menjadi latihan kepatuhan, disiplin, dan kerja sama tim. Saya terharu melihat semangat anak-anak, terutama setelah perjalanan panjang dari Bangkok. Mereka tetap antusias dan menunjukkan tekad yang luar biasa," ujarnya.

Retret yang berlangsung selama tiga hari ini diikuti oleh 67 atlet, 23 pelatih, serta tim pendukung. Mereka dibimbing oleh 35 pelatih dan instruktur dari Kopassus. Untuk menjaga fokus, seluruh peserta dilarang menggunakan ponsel selama kegiatan berlangsung.

Sejumlah pengurus PBSI juga turut hadir, termasuk Wakil Ketua Umum I, Taufik Hidayat; Wakil Ketua Umum II, KPH Yudanagera; Wakil Ketua Umum III, Armand Darmadji; serta Sekretaris Jenderal Ricky A. Soebagdja.

Setelah menyelesaikan program ini, para atlet dan pelatih akan segera bertolak untuk berlaga di Asia Mixed Team Championship 2025 di Qingdao, China. Retret ini diharapkan menjadi modal berharga bagi tim Indonesia untuk tampil lebih solid dan siap menghadapi persaingan di level internasional.

Editor: Hendra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore