
Merab Dvalishvili punya julukan
JawaPos.com — Ultimate Fighting Championship (UFC) kembali menyuguhkan pertarungan kelas dunia pada ajang UFC 306, yang akan digelar di Sphere, Las Vegas, Amerika Serikat, Sabtu (14/9/2024). Salah satu pertarungan yang paling dinanti adalah duel kelas bantam antara Merab Dvalishvili dan juara bertahan, Sean O'Malley.
Bagi Dvalishvili, ini adalah kesempatan emas untuk merebut sabuk juara yang selama ini menjadi incaran para petarung di kelas bantam UFC. Meskipun nama Dvalishvili belum sepopuler O'Malley, petarung asal Georgia ini memiliki potensi besar untuk memberi kejutan besar di Octagon.
Merab Dvalishvili, yang lahir di Tbilisi, Georgia, pada 10 Januari 1991, telah menunjukkan dedikasi luar biasa dalam olahraga bela diri. Sejak usia muda, dia telah menekuni berbagai disiplin bela diri, termasuk judo dan sambo, yang menjadi pondasi keahlian bertarungnya.
Perjalanan panjangnya menuju puncak dimulai sejak 2010, ketika dia mulai serius berlatih untuk menjadi petarung profesional. Tujuh tahun kemudian, dia memutuskan untuk fokus pada mixed martial arts (MMA), olahraga yang menggabungkan berbagai disiplin bela diri dan telah melahirkan banyak petarung legendaris.
Dvalishvili mengawali karier profesionalnya di arena MMA pada 2014. Dengan tekad dan kerja keras, dia berhasil menarik perhatian UFC, organisasi MMA paling bergengsi di dunia. Pada tahun 2017, Dvalishvili mendapat kesempatan untuk bertarung di Octagon UFC untuk pertama kalinya.
Dalam debutnya pada 9 Desember 2017, dia berhadapan dengan Frankie Saenz. Sayangnya, Dvalishvili harus menerima kekalahan angka dari Saenz dalam pertarungan tersebut. Namun, kekalahan itu tidak membuat Dvalishvili patah semangat. Sebaliknya, dia menjadikan kekalahan itu sebagai motivasi untuk terus berkembang dan membuktikan kemampuannya.
Setelah dua kekalahan di awal kariernya di UFC, Dvalishvili mampu bangkit dengan luar biasa. Dia berhasil mencatatkan kemenangan demi kemenangan tanpa tersentuh kekalahan dalam sepuluh pertandingan berikutnya. Hal ini membawanya naik ke puncak peringkat kelas bantam UFC, dan kini dia menjadi penantang utama untuk sabuk juara yang saat ini dipegang oleh Sean O'Malley.
Rekornya yang impresif membuatnya dijuluki ‘The Machine’ karena keuletannya dalam bertarung dan kemampuannya untuk terus bertahan di puncak kompetisi.
Sepanjang kariernya di UFC, Dvalishvili telah bertarung dalam 12 pertandingan, dengan mencatatkan 10 kemenangan dan 2 kekalahan. Salah satu aspek yang menonjol dari gaya bertarung Dvalishvili adalah kemampuannya untuk meraih kemenangan melalui keputusan juri. Dari 10 kemenangannya, hanya satu yang diperoleh melalui KO/TKO, yakni saat dia mengalahkan Marlon Moraes di UFC 266. Selebihnya, Dvalishvili lebih sering menang melalui keputusan angka, menunjukkan bahwa dia adalah petarung yang mampu menjaga stamina dan performa sepanjang lima ronde.
Namun, lawannya di UFC 306, Sean O'Malley, bukanlah petarung sembarangan. Sejak debutnya di UFC pada 2017, O'Malley telah mencatatkan 12 kemenangan dan hanya satu kekalahan. Salah satu keunggulan O'Malley dibandingkan Dvalishvili adalah kemampuannya untuk mengakhiri pertarungan lebih cepat. Dari 12 kemenangannya, 8 di antaranya diraih melalui KO/TKO. Gaya bertarung O'Malley yang agresif dan mematikan membuatnya menjadi ancaman besar bagi siapa pun yang berdiri di hadapannya di Octagon.
Meski demikian, perbedaan gaya bertarung ini justru membuat pertarungan antara Dvalishvili dan O'Malley semakin menarik untuk disaksikan. Dvalishvili, dengan keahliannya dalam bertahan dan bertarung hingga akhir ronde, akan menjadi ujian berat bagi O'Malley yang lebih mengandalkan serangan cepat dan KO.
Fisik keduanya juga sangat seimbang, baik dari segi tinggi badan, berat badan, hingga jangkauan pukulan dan tendangan. Meski O'Malley lebih muda, Dvalishvili memiliki pengalaman yang tak kalah penting, terutama dalam hal ketahanan mental di dalam Octagon.
Dalam beberapa tahun terakhir, Dvalishvili telah menunjukkan perkembangan pesat dalam kemampuannya sebagai petarung MMA. Dia bukan hanya seorang petarung yang tangguh secara fisik, tetapi juga cerdas dalam strategi.
Kemampuannya untuk terus beradaptasi dan berkembang dari setiap pertarungan membuatnya semakin berbahaya di Octagon. Bagi Dvalishvili, UFC 306 bukan hanya soal meraih sabuk juara, tetapi juga membuktikan bahwa dirinya pantas berada di puncak dan menjadi salah satu petarung terbaik di dunia.
Pertarungan ini juga menjadi sorotan utama karena kedua petarung sedang dalam tren positif. Dalam lima pertandingan terakhir, baik Dvalishvili maupun O'Malley belum terkalahkan. Catatan ini membuat pertarungan mereka di UFC 306 diprediksi akan berlangsung sengit.

Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Pemerintah Cabut Izin 2.231 Pengecer dan Distributor Pupuk Subsidi yang Rugikan Petani
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Rekomendasi 13 Wisata Terbaik di Bandung untuk Liburan Santai, Healing, dan Quality Time Bersama Orang Tersayang
Abu Janda Dilaporkan ke Polisi Oleh Ikatan Keluarga Minang Hari Ini, Buntut Sebut Sumbar 'Barbar' dan Intoleran
Orang yang Semakin Cantik Secara Fisik Seiring Bertambahnya Usia Biasanya Mengadopsi 6 Kebiasaan Sehari-hari Ini Menurut Psikologi
Sebut Sumbar 'Barbar' dan Kristen Fobia, DPP IKM Siap Laporkan Abu Janda ke Mabes Polri Selasa Besok!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
9 Mall Terbaik di Semarang, Selalu Jadi Andalan Wisatawan Saat Liburan Cari Hiburan
