Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 5 September 2024 | 02.05 WIB

Menyusuri Jejak Karier Fenomenal Jon Jones, Petarung MMA dan Legenda UFC yang Raih Gelar di Usia 23 Tahun

Jon Jones jadi salah satu petarung MMA legendaris yang ditunggu aksinya di Octagon UFC. (Instagram/@jonnybones) - Image

Jon Jones jadi salah satu petarung MMA legendaris yang ditunggu aksinya di Octagon UFC. (Instagram/@jonnybones)

JawaPos.com — Jon Jones adalah salah satu petarung paling legendaris dalam sejarah UFC. Di usia 23 tahun, dia membuat sejarah dengan menjadi juara light heavyweight UFC pada 2011, menjadikannya pemegang sabuk termuda dalam sejarah promosi pertarungan yang telah berjalan tiga dekade.

Namun, perjalanan kariernya tidak selalu mulus. Selain prestasi luar biasa di dalam Octagon, Jones juga dikenal karena berbagai kontroversi dan masalah pribadi yang kerap mencuat ke permukaan.

Dikutip dari ESPN, Jon Jones tengah proses pemulihan dari cedera pectoral yang memaksanya menunda pertarungan untuk mempertahankan gelar heavyweight-nya melawan mantan juara Stipe Miocic. Mari kita lihat kembali beberapa momen penting yang membentuk karier Jones, yang dipenuhi dengan sorotan tinggi dan rendah.

Pada 12 April 2008, Jon Jones memulai debut profesionalnya di ajang Full Force Productions di Massachusetts, menghentikan lawannya, Brad Bernard, lewat TKO di ronde pertama.

Dalam waktu singkat, Jones menunjukkan potensinya dengan dua kemenangan tambahan hanya dalam beberapa minggu setelah debutnya. Kemudian berlanjut pada 9 Agustus 2008, Kurang dari empat bulan setelah debut pro-nya, Jones, dengan rekor 6-0, melakukan debut di UFC menggantikan petarung lain dengan pemberitahuan dua minggu.

Dalam pertarungan itu, Jones mengalahkan Andre Gusmao lewat keputusan bulat. UFC 87 malam itu juga menampilkan juara welterweight Georges St-Pierre dan kemenangan pertama Brock Lesnar di UFC.

Berlanjut ke 5 Desember 2009, meski dominan dalam pertarungan melawan Matt Hamill, Jones mengalami kekalahan teknis pertama dalam kariernya. Dia didiskualifikasi karena menggunakan sikutan 12-to-6 yang ilegal.

Keputusan ini memicu kontroversi, terutama di kalangan penggemar dan Presiden UFC, Dana White, yang tidak setuju dengan keputusan wasit. Lalu pada 5 Februari 2011, Jones mengalahkan petarung yang sebelumnya tidak terkalahkan, Ryan Bader, melalui submission di UFC 126.

Segera setelah kemenangan itu, Jones diberitahu bahwa dia akan menggantikan Rashad Evans, yang cedera, untuk menghadapi Mauricio "Shogun" Rua dalam perebutan gelar.

Akhirnya pada 19 Maret 2011, di usia 23 tahun, Jon Jones mencatatkan namanya dalam sejarah UFC dengan menjadi juara light heavyweight termuda setelah mengalahkan Rua lewat TKO.

Kemenangan di UFC 128 ini bahkan bukan pencapaian pertama Jones hari itu. Pagi sebelum pertarungan, Jones dan pelatihnya menghentikan sebuah percobaan perampokan di Paterson, New Jersey.

Sejak pencapaiannya sebagai juara, kehidupan Jones mulai diterpa berbagai masalah pribadi dan hukum. Peristiwa itu terjadi pada 24 November 2011, Jones ditangkap di tempat parkir sebuah klub malam di Albuquerque karena mengemudi dengan SIM yang ditangguhkan. Meskipun demikian, tuduhan ini kemudian dibatalkan.

Selanjutnya pada 19 Mei 2012, Jones mengalami kecelakaan mobil saat dia menabrakkan Bentley miliknya ke tiang utilitas di New York. Dia ditangkap karena menolak melakukan tes kesadaran diri dan kemudian mengaku bersalah atas DUI, yang mengakibatkan denda dan penangguhan SIM selama enam bulan.

Meskipun menghadapi banyak masalah pribadi, Jon Jones terus mencetak prestasi di dalam Octagon. Prestasinya terbukti pada 22 September 2012, dalam pertarungan melawan Vitor Belfort di UFC 152, Jones hampir kalah karena kuncian armbar yang sangat ketat. Namun, dia berhasil lolos dan akhirnya menang melalui submission di ronde keempat, menunjukkan daya juangnya yang luar biasa.

Salah satu aspek paling terkenal dari karier Jon Jones adalah rivalitasnya dengan Daniel Cormier. Perseteruan mereka tidak hanya terjadi di dalam Octagon, tetapi juga meluas ke luar, dimulai dengan perkelahian di konferensi pers dan komentar pedas di media. Tepatnya pada 3 Januari 2015, Jones akhirnya menghadapi Cormier dalam pertarungan yang sangat dinantikan di UFC 182. Jones mengontrol jalannya pertarungan dari awal hingga akhir dan memenangkan pertarungan melalui keputusan bulat.

Editor: Edi Yulianto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore