
Ronda Rousey punya kisah tragis terkait cedera gegar otak hingga jadi salah satu legenda di UFC. (Instagram @rondarousey)
JawaPos.com — Ronda Rousey, nama yang tidak asing di telinga para penggemar olahraga bela diri, adalah sosok yang telah mencatatkan namanya sebagai legenda di UFC dan WWE. Mulai dari kesuksesannya sebagai juara UFC hingga transformasinya menjadi seorang ibu, Rousey melalui banyak tantangan dan penderitaan di sepanjang perjalanannya.
Dalam memoar terbarunya, “Our Fight: A Memoir,” ia membagikan kisah mendalam tentang suka duka karier yang penuh dengan perjuangan, termasuk gegar otak yang mengubah hidupnya dan peran barunya sebagai seorang ibu. Memoar ini adalah cermin perjalanan hidupnya yang sarat dengan pelajaran, kemenangan, dan luka yang tak terlihat oleh publik.
Ronda Rousey pernah dijuluki sebagai atlet paling dominan di dunia oleh banyak pengamat olahraga. Tidak hanya karena kemenangannya yang memukau di atas Octagon, tetapi juga karena kemampuan mentalnya yang tak tertandingi. Namun, di balik keperkasaan yang tampak di luar, Rousey ternyata menyimpan rahasia besar tentang kondisi kesehatannya.
Dalam bukunya, Rousey mengungkapkan bahwa selama satu dekade kariernya di dunia judo dan MMA, ia mengalami gegar otak berulang kali. Ketika karier judo-nya berjalan, penelitian tentang Chronic Traumatic Encephalopathy (CTE) belum berkembang seperti sekarang. Akibatnya, Rousey terus mengalami gegar otak tanpa mengetahui betapa serius dampaknya.
Memasuki dunia MMA, Rousey mulai memahami bahwa setiap pukulan yang ia terima semakin memperburuk kondisinya. Dengan setiap pertarungan yang ia jalani, gejala gegar otak yang ia alami semakin parah. Menurut pengakuannya, bahkan pukulan kecil dalam sparring saja sudah cukup untuk membuatnya melihat bintang dan mengalami kebingungan. Karena itu, Rousey harus mengembangkan strategi bertarung yang sangat efisien dan taktis.
Rousey berusaha untuk tidak menerima pukulan sama sekali dalam pertarungannya, sebuah taktik yang berhasil membawanya pada rekor kemenangan cepat yang fenomenal. Namun, di balik kemenangannya dalam hitungan detik, terdapat 50 ronde sparring yang menunggu, yang masing-masing membawa risiko besar terhadap kesehatannya.
Salah satu momen terburuk dalam kariernya terjadi sebelum pertandingan kandang. Rousey mengalami kecelakaan kecil, terpeleset di tangga yang menyebabkan lututnya cedera parah. Namun, meskipun kondisinya tidak memungkinkan, ia tetap maju ke dalam pertandingan dengan kondisi gegar otak yang sudah ada sebelumnya. Selain itu, pelindung mulut yang ia gunakan pada hari pertandingan juga tidak sesuai, menyebabkan giginya bergeser ketika terkena pukulan pertama.
Dalam situasi tersebut, Rousey harus terus bertarung dengan pandangan kabur, seperti seseorang yang melihat dunia dalam dua dimensi. Kekacauan ini menggambarkan betapa kerasnya tekanan yang ia rasakan selama kariernya di UFC, di mana ia harus terus maju tanpa henti meski tubuhnya sudah mencapai batasnya.
Meski sadar bahwa kondisinya semakin buruk, Rousey tetap enggan untuk berhenti. Dalam memoarnya, ia mengungkapkan rasa takutnya akan diberhentikan oleh para pelatih atau pihak UFC jika mereka mengetahui kondisinya yang sebenarnya. Saat itu, Rousey merasa masih bisa menjadi sempurna dan terus menang tanpa mengalami kekalahan. Rasa percaya diri yang besar ini juga menjadi salah satu faktor yang mendorongnya untuk menutupi kondisi gegar otaknya.
Namun, pada akhirnya, tubuhnya tak lagi bisa bertahan. Di satu sisi, Rousey merasa bahwa industri yang ia geluti sudah mulai menanggapi masalah gegar otak dengan serius. Namun, ia tetap memilih untuk menyembunyikan gejalanya, khawatir bahwa kariernya akan berakhir sebelum waktunya. Seiring berjalannya waktu, gegar otak yang ia alami terus memburuk, dan itu akhirnya menjadi titik balik dalam kariernya.
Setelah mengalami banyak liku-liku dalam karier bela dirinya, Ronda Rousey memutuskan untuk beristirahat dari dunia olahraga profesional. Namun, kehidupan tak berhenti memberikan tantangan baru untuknya. Salah satu transformasi terbesar dalam hidupnya datang ketika ia menjadi seorang ibu. Dalam memoarnya, Rousey mengisahkan betapa menjadi seorang ibu telah mengubah pandangannya tentang hidup. Ia tidak lagi terjebak dalam ambisi yang membuatnya terlena dan sibuk mengejar kesempurnaan di atas ring. Kini, fokus utamanya adalah keluarganya, terutama anak perempuannya yang menjadi pusat hidupnya.
Rousey menggambarkan bagaimana putrinya mengajarkan banyak hal tentang kehidupan. Ketika ia merasakan kegembiraan menjadi ibu, semua hal yang dulu dianggap penting mulai terasa remeh. Dengan kehadiran anaknya, Rousey mulai menyadari bahwa hal-hal kecil dalam hidup, seperti tawa anaknya, adalah hal yang paling berharga. Ia belajar untuk lebih menghargai momen-momen sederhana dan fokus pada apa yang benar-benar berarti. Menjadi seorang ibu juga membuatnya lebih berani untuk menghadapi masa lalu dan merenungi setiap pelajaran yang ia petik dari kehidupan yang keras di Octagon.
Setelah pensiun dari UFC dan WWE, Ronda Rousey menemukan passion baru dalam dunia penulisan. Memoar “Our Fight” adalah bukti betapa ia kini semakin mendalami dunia kreatif. Rousey mengungkapkan bahwa ia mulai tertarik untuk menulis skenario dan komik. Menurutnya, proses kreatif ini memberinya kepuasan tersendiri, jauh dari sorotan dan ekspektasi publik. Menariknya, Rousey juga mengungkapkan bahwa ibunya adalah seorang penulis novel fantasi sebagai hobi. Hal inilah yang menginspirasi Rousey untuk mengikuti jejak ibunya dan menekuni dunia penulisan.
Saat ini, Rousey juga menjalani magang di WME, sebuah perusahaan di mana ia bekerja di departemen cerita. Selain menulis memoar dan komik, ia juga mengaku menikmati proses membaca dan menulis liputan naskah. Aktivitas ini, menurut Rousey, bukan sekadar untuk mencari pengakuan atau mengesankan orang lain, melainkan murni untuk kepuasan batinnya sendiri. Dalam memoarnya, Rousey menunjukkan bahwa meskipun ia tidak lagi berada di atas ring, ia tetap memiliki hasrat yang mendalam dalam menciptakan sesuatu yang bermakna.
Perjalanan hidup Ronda Rousey adalah kisah tentang kekuatan, keberanian, dan ketangguhan dalam menghadapi cobaan. Dari gegar otak yang ia alami selama satu dekade hingga transformasinya menjadi seorang ibu, Rousey telah menunjukkan kepada dunia bahwa kemenangan sejati bukan hanya tentang trofi dan medali, tetapi juga tentang ketahanan mental dan kemampuan untuk bangkit dari setiap kejatuhan.

Prediksi Susunan Pemain Timnas Portugal vs RD Kongo: Vitinha Incar Gol Pertamanya
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
7 Weton Tulang Wangi Darah Manis yang Disukai Mahluk Halus Menurut Primbon Jawa, Weton Anda Termasuk?
Daftar Pemain Ghana dan Panama di Grup L Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Austria vs Yordania di Piala Dunia 2026: Debut Bersejarah Wakil Asia Terancam di Laga Pertama
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor Timnas Portugal vs RD Kongo, Duel Pembuka Grup K Piala Dunia 2026 yang Sarat Ambisi
Surat Pernyataan Manajer Kopdes Merah Putih Bocor di Medsos, Undur Diri Kena Denda Rp 100 Juta?
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
