
AHM
JawaPos.com - Tangan pembalap Indonesia Mario Suryo Aji tampak kaku memegang alat tenun songket khas Lombok yang ada di depannya. Kedua tangannya tampak ragu bergerak.
Saat itu, Ruslan Efendi, perajin songket yang menemaninya, memintanya menarik keras-keras alat tersebut agar terbentuk satu pola motif di kain itu.
’’Susah ya ternyata. Tapi, asyik banget,” ucap Mario sambil meneruskan aktivitas menenunnya. Dia lantas mengulanginya berkali-kali.
Pembalap Moto3 asal Indonesia itu kemarin (23/1) tiba di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB).
Mulai hari ini (24/1) pembalap asal Magetan, Jawa Timur, tersebut akan mulai melakukan latihan privat di Sirkuit Mandalika sebelum terbang ke Eropa untuk tampil di Moto3 2023. Dia akan berlatih selama empat hari sampai Jumat mendatang (27/1).
Nah, sebelum berlatih di lintasan hari ini, Mario berkesempatan mengunjungi perajin kain songket khas Lombok Dharma Setya.
Di sana pembalap berusia 18 tahun itu menjajal langsung pembuatan kain salah satu warisan budaya khas NTB tersebut.
Sebagai ABG, Mario memang memiliki perhatian lebih pada budaya Indonesia. Bahkan, di balapan Moto3 musim ini, Mario mengaku sudah menyiapkan kejutan dengan mengusung tema batik pada helm yang dikenakan sepanjang musim ini.
Helm tersebut menurut rencana di-launching secara resmi pada Jumat mendatang di sela-sela sesi latihan yang dia jalani. ’’Yang jelas, kita harus selalu cinta sama budaya Indonesia sendiri,” ucap Mario.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
