
Pegolf Indonesia Patricia Sinolungan (kiri) di Pondok Indah Golf Course, Jakarta, Selasa (19/12).
JawaPos.com–Pegolf Indonesia Patricia Sinolungan memiliki misi ganda saat tampil di Simone Asia Pacific Cup yang bakal diselenggarakan di Pondok Indah Golf Course, Jakarta, pada 21-23 Desember.
Pertama, di Asia Pacific Cup tersebut, menjadi pertama kali Patricia tampil sebagai pegolf profesional. Tahun lalu, dia masih berstatus sebagai amatir. Karena itu ada keinginan untuk mencapai lebih.
”Saya merasa beruntung bisa kembali. Ini adalah kesempatan yang luar biasa bagi ladies golfer," ujar Patricia Sinolungan.
Sedangkan, misi kedua lanjut dia, untuk menunjukkan kemampuan di panggung dunia.
”Minggu ini bisa bermain bersama pemain peringkat 10 besar dunia. Salah satu keinginan terbesar yang ingin saya capai adalah ingin meningkatkan performa saya sendiri,” kata Patricia Sinolungan, atlet yang akrab disapa Patty itu.
Pada event itu, total terdapat empat pegolf profesional Indonesia yang akan ikut. Selain Patty ada Putri Aisyah Amani, Ida Ayu Indira Melati Putri, dan Inez Wanamarta. Sedangkan, dua pegolf amatir Indonesia diwakili Kristina Natalia Yoko dan Elaine Widjaja.
Para pemain tersebut mendapatkan tiket melalui pertandingan kualifikasi yang diselenggarakan PGA Tour of Indonesia (PGATI). Kecuali Putri yang mendapatkan undangan dari Asia Golf Leaders Forum (AGLF) selaku pemilik turnamen.
Turnamen golf profesional ladies paling bergengsi di Indonesia itu diikuti 48 pegolf profesional dan 10 pegolf amatir dari 16 negara. Mereka akan memperebutkan total hadiah US$ 750 ribu atau Rp 11,25 miliar (US$ 1=Rp 15.000).
Turnamen diikuti para bintang Asia Pasifik. Termasuk Princess Mary Superal (Filipina) yang menjadi juara tahun lalu, Atthaya Thitikul dari Thailand yang pernah menempati peringkat satu LPGA Tour pada Oktober 2022. Selain itu, ada Jaravee Boonchant (Thailand), Dayeon Lee, Min Byeol Kim (Korea), Nasa Hataoka (Jepang), Gabriella Then (Amerika Serikat).
Walau menjadi juara di turnamen pertama, Princess tidak ingin memberatkan dirinya dengan beban untuk mempertahankan gelar tersebut. ”Kembali ke turnamen ini saya sangat bersemangat. Saya bisa bermain dengan para pegolf dari banyak negara dan belajar dari mereka,” sebut Princess.
Tahun lalu, sambung dia, tidak berekspektasi apapun. Hanya datang untuk bermain dan fokus dengan permainan.
”Saya sangat senang karena dengan hal itu (menjadi juara) telah meningkatkan kepercayaan diri saya,” ujar Princess.
Begitu juga dengan Atthaya yang juga pernah menjadi juara di turnamen junior tersebut pada 2017. Namun, ini adalah pertama kali dia kembali ke Pondok Indah Golf Course sebagai pegolf profesional. Dia berharap bisa kembali mengulang sukses di lapangan itu.
Di sisi lain, Paul Park, Sekretaris Jenderal Asian Golf Leaders Forum (AGLF) menuturkan, turnamen itu akan mempertemukan para pegolf muda yang menjanjikan dari negara-negara Asia Pasifik.
”Kami sangat senang melihat mereka berkompetisi di satu lapangan. Tahun lalu adalah tahun yang pertama,” ucap Paul Park.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
