Kontingen drumband Jember ketika menyentuh garis finis nomor LKKB mix 8000 m di Desa Permisan, Jabon
JawaPos.com – Pertandingan cabang olahraga (cabor) drum band Porprov VIII/2023 di Sidoarjo yang berlangsung sejak Jumat (25/8) dinilai tidak fair.
Kontingen Jember yang terlihat berlari saat bertanding di kategori lomba baris jarak pendek (LBJP) justru dinyatakan sebagai juara. Padahal, menurut aturan, seluruh atlet drum band tidak diperbolehkan berlari ketika bertanding.
Sesuai dengan kesepakatan saat technical meeting, panitia hanya menoleransi atlet yang terindikasi berlari.
”Sedangkan, itu bukan lagi indikasi, tapi memang lari. Malah ada yang ngomong ini namanya bukan lagi lomba baris jarak pendek, tapi diganti lomba joging jarak pendek,” kecam Hariyono, manajer drum band Sidoarjo, kepada Jawa Pos.
Tercatat, ada tiga nomor LBJP yang dipertandingkan. Yaitu, 800 m putra, 400 m putri, dan 400 m mix. Tiga nomor itu diselenggarakan pada Jumat dan Sabtu di Stadion Jenggolo, Sidoarjo. Selain kecepatan, wasit menilai kerapian baris dan musik. Jember menyapu bersih emas di tiga nomor tersebut.
Selain kecewa dengan keputusan wasit, usaha Sidoarjo untuk melakukan protes secara resmi bertepuk sebelah tangan. Sebab, mereka harus lebih dulu membayar uang Rp 5 juta. ”Karena protes ada biayanya. Kedua, kami juga tidak boleh protes unit (peserta) lain,” ungkap Hariyono.
Pelatih Gresik Muhammad Zuhdi menilai, wasit dan panitia tidak tegas menerapkan aturan. Ketika ada kontingen yang berlari, seharusnya wasit sigap memberi peringatan. ”Kalau indikasi satu-dua orang lari tidak apa-apa, tapi kalau terlihat mata semua berlari harusnya kena penalti. (Aturan, Red) penghapusan indikasi lari bukan berarti mengizinkan lari,” terangnya.
Maju Sekilo karena Asap Ilalang
Sementara itu, garis finis pertandingan drum band porprov Jatim nomor lomba ketahanan dan ketepatan berbaris (LKKB) mix 8.000 m di Desa Permisan, Jabon, Sidoarjo, kemarin (29/8) harus maju sekilo. Penyebabnya, hanya 200 meter menuju garis finis, lintasan terganggu karena ada asap pembakaran rumput ilalang.
Menurut pantauan Jawa Pos, rumput yang terbakar itu tepat berada di pinggir jalan yang akan dilalui atlet drum band. Asap tersebut mengepul dengan pekat dan rendah menuju selatan, tepat ke arah datangnya atlet.
Pelatih drum band Gresik Muhammad Zuhdi awalnya tidak langsung percaya ketika mendapat info garis finis maju. Ketika itu atlet Gresik, yang berada di barisan paling depan, sudah mencapai titik 6.000 m. ”Karena yang ngasih tahu info teman sendiri, bukan panitia. Awalnya, juri pendamping juga tidak dapat info,” kata Zuhdi kepada Jawa Pos.
Ketua Harian PDBI Jatim Meynarde Bagus Ramadhan membenarkan bahwa kebakaran memang terjadi di tengah lomba. Karena itu, pihaknya langsung membuat keputusan memajukan garis finis.
”Informasinya, di 7.500 meter ada kebakaran. Akhirnya, kami buat keputusan urgen sampai 7.000 meter aja posnya daripada membahayakan atlet,” ungkap Bagus.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Awas Macet! Besok Ribuan Buruh Demo May Day di Surabaya, Ini Jalan yang Perlu Dihindari
