Desak Made Rita Kusuma Dewi (tengah) setelah prosesi pengalungan medali emas.
JawaPos.com – Sejarah baru tercipta di cabang olahraga panjat tebing. Atlet Desak Made Rita Kusuma Dewi sukses menjadi juara dunia nomor speed putri di IFSC Climbing World Championships 2023.
Keberhasilan itu membuat Desak berhak mendapatkan tiket Olimpiade Paris 2024.
Dalam perjalanannya menuju podium tertinggi, Desak menyingkirkan banyak atlet top. Termasuk Natalia Kałucka di semifinal. Atlet asal Polandia tersebut merupakan kampiun Climbing World Championship edisi sebelumnya (2021).
Sementara itu, di final, Desak berhak jadi juara dunia setelah menaklukkan Emma Hunt (Amerika Serikat).
Desak menjadi atlet yang paling cepat mendaki di PostFinance Arena, Bern, Swiss. Di partai final, dia membukukan catatan waktu 6,49 detik. Mengungguli Hunt dengan torehan waktu 6,67 detik.
Hasil itu membuat atlet berusia 22 tahun tersebut lolos ke Olimpiade Paris 2024 dengan status mentereng; sebagai juara dunia.
’’Ini adalah medali emas pertama saya di Kejuaraan Dunia dan saya senang karena saya mendapat tiket ke Olimpiade Paris 2024,’’ kata Desak setelah menjadi juara dunia.
Istimewanya lagi, hasil di Bern juga jadi gelar pertama Desak sepanjang kariernya di kancah internasional. Sebelumnya, atlet asal Bali itu kerap terhenti di final dan harus puas mendapatkan medali perak dalam berbagai ajang internasional.
Termasuk di IFSC World Cup 2023 seri Jakarta (Indonesia) pada 7 Mei dan seri Salt Lake City (AS) pada 22 Mei lalu.
’’Ini semua karena tim yang hebat, Sport Climbing Indonesia, terima kasih banyak. Terima kasih kepada pelatih saya, keluarga saya, teman-teman saya, dan seluruh rakyat Indonesia, terima kasih atas dukungannya,’’ ucap dia.
Sayang, langkah Desak tak bisa diikuti atlet-atlet Indonesia dari nomor speed putra. Pencapaian terbaik pemanjat putra Merah Putih dicatat atas nama Rahmad Adi Mulyono, yang meraih perunggu.
Hanya peraih emas dan perak yang berhak dapat tiket otomatis lolos ke Olimpiade Paris.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
