
Flairene Candrea menjadi andalan di nomor 100 M gaya punggung putri.
JAKARTA – Perenang Indonesia Flairene Candrea Wonomiharjo membuat kejutan saat SEA Games ke-31 di Hanoi, Vietnam, tahun lalu. Flairene yang ketika itu masih berusia 17 tahun berhasil meraih emas di nomor 100 meter gaya punggung putri.
Atlet kelahiran Jakarta itu berhasil mencatatkan waktu 1 menit 3,36 detik. Dia mengungguli dua perenang Filipina. Yakni, Chloe Isleta dan Jessica Joy Geriane yang mendapat perak dan perunggu.
Flairene pun optimistis bisa mempertahankan emas saat SEA Games 2023 di Kamboja pada Mei mendatang. Meskipun, persaingan akan semakin ketat. Sebab, dia juga akan menghadapi rekan senegaranya, yakni Angel Gabriella Yus.
’’Jujur, sekarang sudah mulai ada lawan di Indonesia, nggak cuma dari negara lain. Dulu lawan aku (di Indonesia, Red) hanya Masniari Wolf, tapi sekarang tiba-tiba ada Angel Gabriella,’’ kata Flairene.
’’Karena merasa ada potensi, dia sekarang juga menjadi perenang backstroke (gaya punggung, Red) untuk SEA Games nanti,’’ imbuhnya.
Atmosfer persaingan mulai dirasakan Flairene saat latihan. Dia melihat Angel punya ambisi besar untuk mengalahkan dirinya. ’’Angel punya semangat seperti; gue (Angel, Red) harus ngalahin Flai (Flairene). Performa dia sekarang juga lagi naik-naiknya,’’ sebut Flairene.
Sementara itu, di saat yang sama, Flairene merasa performanya masih belum cukup bagus. Bahkan cenderung stagnan.
PB PRSI akan mengirimkan 24 atlet renang untuk SEA Games 2023. Itu terdiri atas 12 atlet putra dan 12 atlet putri. Selain itu, mereka memberangkatkan tiga atlet diving. Dua nomor itu ditargetkan bisa menyumbangkan 17 medali bagi Indonesia.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
