
Photo
JawaPos.com-Kejutan terjadi pada laga terakhir Grup M Mola TV PBSI Home Tournament 2020. Unggulan pertama dan pemain nomor satu Indonesia Gregoria Mariska Tunjung dikalahkan oleh pemain muda berusia 18 tahun Putri Kusuma Wardani.
Gregoria kalah dengan skor ketat dan pertandingan yang seru dengan skor 23-25, 22-20, dan 11-21. Laga itu selesai dalam tempo 1 jam dan 20 menit.
Kemenangan ini membuat Putri KW, panggilannya, lolos ke perempat final dengan menjadi juara Grup M. Sementara itu, Gregoria juga melaju ke babak delapan besar. Namun, dia berstatus sebagai runner-up.
Pada game pertama, Gregoria tampil agresif setelah interval. Dia meninggalkan Putri KW dengan skor 14-8. Dropshot menyilang dan smes keras Gregoria, membuat Putri KW pontang-panting.
Kecohan-kecohan Gregoria menjadikan pertahanan Putri KW berantakan. Apalagi dalam kondisi ini, footwork Putri juga terlihat lambat. Gregoria memimpin dengan skor 16-9.
Tetapi Putri KW tidak menyerah. Dia mendekat dengan skor 14-17. Dropshot-dropshotnya yang tak terduga dan mampu mendulang angka demi angka. Dua lob lurus Gregoria yang keluar, membuat Putri KW bangkit untuk menyamakan kedudukan menjadi 19-19.
Putri KW justru mencapai pemain pertama yang mencapai game point dengan skor 20-19. Laga makin menegangkan karena situasinya sama kuat 21-21. Akhirnya, dengan kegigihan luar biasa, Putri KW berhasil merebut game pertama dengan skor 25-23 dalam waktu panjang mencapai 27 menit.
Pada awal game kedua, Putri KW memimpin 9-6. Berbeda dengan game pertama, Putri KW unggul pada interval dengan skor 11-9. Namun, pemain nomor 261 dunia itu banyak melakukan kesalahan sendiri. Ini membuat Gregoria mampu membalikkan kedudukan menjadi 17-16.
Laga lagi-lagi menegangkan karena kedudukan sama kuat 19-19.
Gregoria bangkit dan mencapai game point lebih dulu dalam posisi 20-19. Putri KW lantas membawa laga ke adu setting karena dia berhasil menyamakan kedudukan menjadi 20-20.
Kegagalan Putri KW menyeberangkan bola, membuat Gregoria merebut game kedua dengan skor 23-21. Laga ini sangat melelahkan. Baru dua game, pertandingan sudah berlangsung selama 52 menit.
"Pada game kedua, pada poin-poin akhir, saya buru-buru pengen matiin. Pada game ketiga, saya main lebih nothing to lose. Saya nggak mikir kalah dan menang. Jadi berusaha tanpa beban," kata Putri KW dalam wawancara pinggir lapangan di Mola TV.
Benar saja, pada game ketiga, Putri KW menggila. Dia unggul lebih dulu dengan skor 4-1. Putri KW lantas memimpin di interval dengan skor 11-7. Dia melaju terus, mendominasi total pertandingan untuk memenangkan pertandingan dengan skor 21-11.
"Tadi menang karena main bagus. Saya nggak mikir menang dan kalah. Kalau mikir menang kalah, pasti beban. Mengalahkan Kak Grego nggak gampang. Jadi ya main tanpa beban saja," ucap Putri KW.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
