
Photo
JawaPos.com-Mulyo Handoyo akan meninggalkan Singapura akhir bulan ini. Dia telah menyelesaikan kontraknya yang diteken sejak 2017 itu.
Selama empat tahun dikontrak Singapore Badminton Association (SBA), Mulyo menutup capaiannya dengan mengantar Loh Kean Yew menjadi juara dunia 2021 di Huelva, Spanyol.
Kepada Jawa Pos, Mulyo mengungkapkan bahwa SBA sebenarnya menawarkan perpanjangan kontrak. Namun, dia enggan meneruskan kariernya di Singapura.
Sebelumnya, Mulyo juga pernah berkarier di Singapura pada 2001–2004. Kemudian, dia diminta kembali ke Indonesia dan mengantar Taufik Hidayat menjuarai Olimpiade Athena 2004.
’’Saya ingin istirahat dulu. Memang banyak tawaran dari negara lain. Tetapi, saya belum memutuskan. Ya, lihat saja dua atau tiga bulan lagi saya ada di mana,’’ kata pelatih berusia 60 tahun itu.
Apakah ada keinginan melatih di Indonesia? Mulyo menampik hal tersebut. ’’Nggak ada. Nggak (melatih, Red) ke Indonesia,’’ lanjutnya.
Namun, dia memang akan pulang kampung ke Solo lebih dulu. Dia ingin menemui keluarga dan merawat ibunya. Sebab, selama pandemi, dia tidak pernah pulang ke tanah air.
Mulyo juga merasa kariernya dengan SBA sudah cukup. Salah satunya, mengatrol peringkat Loh Kean Yew ke posisi 15 besar. ’’Paling tidak, sekarang Singapura punya pemain yang tidak dipandang sebelah mata. Sedikit-sedikit sudah meningkat dan bisa bersaing di level dunia,’’ kata Mulyo.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
